Breaking News
  • Bengkulu inisiasi koridor gajah di bentang Kerinci Seblat
  • Gubernur Sumbar pecahkan rekor MURI pantun terbanyak
  • Ibrahimovic teken kontrak baru di MU pekan ini
  • Kanselir Jerman kritik Turki telah selewengkan fungsi Interpol
  • PSG menang 6-2 atas Toulouse, Neymar cetak dua gol
0 comments, 31/07/2017, by Simon Leya

Raya memikirkan bahwa cincin yang berada di jari tengah tangan kirinya itu bertahtakan mata dewa yang dengan lancangnya memberitahu semua hal kepada Joe. Read more...

0 comments, 14/04/2017, by Valens Daki-Soo

Hati-Nya rela dirobek tombak selaksa angkara Ini bukan masokisme* tapi kesetiaan paling dalam yang pernah ada. Read more...

0 comments, 25/12/2016, by Redem Kono

Batu-batu kerikil yang biasa mereka kumpulkan selama ini, yang kemudian dijual ke para sopir truk, tak lagi tersedia. Lahan tempat batu-batu itu berada telah disulap menjadi parade bangunan mewah nan hiruk-pikuk. Read more...

0 comments, 27/11/2016, by Redem Kono

Dalam puisi-puisinya ini, Yosman menulis pengalaman eksistensialnya dalam bungkusan ziarah fisik dan ziarah batin. Read more...

0 comments, 13/11/2016, by Redem Kono

Dalam puisi-puisinya ini, Yosman menggulati dirinya dalam hubungannya dengan Tuhan, kata, peristiwa, dan kesendiriannya. Read more...

0 comments, 16/10/2016, by Redem Kono

Dalam puisi-puisinya ini, Yohanes Arlindo mengungkapkan sisi Maria, Ibu Yesus dalam kepercayaan Katolik untuk berbicara tentang spiritualitas doa. Read more...

0 comments, 02/10/2016, by Redem Kono

Dalam puisi-puisi berbobotnya ini, Gusty Fahik mengulas penderitaan, negara, dan realitas kota Jakarta. Read more...

0 comments, 18/09/2016, by Redem Kono

Dalam dua puisinya ini, Santi Sima Gama mengangkat tema tentang hati dan Tuhan. Hati ibarat rumah dan Tuhan adalah pemberi pesan yang setia bagi perjalanan manusia. Read more...

0 comments, 15/09/2016, by Simon Leya

Aku bertempur melawan kabut, ah, bukan bertempur tapi memeluknya pagi hingga malam. Lalu aku menghirup aroma rumput samping kapela sambil menghitung tangkai-tangkai cemara pada rembang petang. Read more...

0 comments, 04/09/2016, by Redem Kono

Dalam puisi-puisinya ini, Joan Udu merefleksikan tentang hidup, takdir, persahabatan, dan Tuhan. Read more...