Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

TAJUK “Dunia Kehidupan” Pancasila 25 Jun 2018 05:56

Article image
Pancasila, pengetahuan latar belakang bagi adanya pluralitas gagasan di Indonesia. (Foto: Ist)
Dunia-kehidupan Pancasila menjadi basis bersama dimulainya komunikasi atau pemaknaan terhadap Pancasila, di mana setiap warga Indonesia boleh secara demokratis menyampaikan pandangan-pandangannya.

PANCASILA sebagai pandangan hidup dan Dasar Negara dimunculkan dari “pengangkatan lebih tinggi” (hogere optrekking) dari filsafat Nusantara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa ditenun dari kekayaan budaya Indonesia yang telah diwariskan para leluhur sejak dahulu kala.

Karena merupakan pandangan hidup bangsa, Pancasila menjadi pengetahuan latar belakang (hintergrundwissen) atau kondisi yang memungkinkan adanya komunikasi dan proses diskursus terhadap ideologi Pancasila dan tindakannya.

Pancasila sebagai pandangan hidup menjadi horizon yang memungkinkan konsensus rasional tentang Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Meminjam analisis Juergen Habermas, proses diskursus berlangsung dalam “dunia-kehidupan” (lebenswelt) Pancasila.

Adapun dunia kehidupan adalah pandangan hidup, berupa praktik ataupun orientasi nilai-nilai yang ada dalam satu kelompok masyarakat, yang menjadi basis untuk berpikir dan berperilaku.

Dunia-kehidupan Pancasila menjadi basis bersama dimulainya komunikasi atau pemaknaan terhadap Pancasila, di mana setiap warga Indonesia boleh secara demokratis menyampaikan pandangan-pandangannya. Sebagai lebenswelt, Pancasila tidak dapat ditematisasi secara keseluruhan, sehingga ada keterbukaan gerakan mencari makna di dalamnya.

Pancasila menyediakan basis lebih luas memungkinkan warga Negara melampaui pluralitas pandangan hidup. Dalam dunia-kehidupan itu, warga Indonesia tergabung dalam solidaritas sosial bersama (karena persetujuan terhadap syarat-syarat komunikasi) berupaya menggali makna Pancasila tentang segala sesuatu yang penting bagi hidup bersama. Adapun prasyarat utama yang penting adalah komunikasi intersubjektif tanpa adanya represi.

Mari berbeda pendapat atau berargumentasi dalam dan melalui Pancasila.

Salam Redaksi IndonesiaSatu.co

Komentar