Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MUSIK "Kami Musik Indonesia" Rindu Adanya UU Permusikan 10 Jun 2017 13:42

Article image
Kami Musik Indonesia yang dipimpin Glenn Fredly ketika bertemu Badan Legislatif DPR, Rabu (7/6).(Foto: NEWSmedia)
Kontribusi musik Indonesia kepada negara di bawah satu persen. Padahal potensi yang dimiliki sangat besar bagi negara dan pelakunya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sejumlah pelaku musik Indonesia yang tergabung dalam Kami Musik Indonesia mangatakan, para musisi sudah lama merindukan adanya UU yang mengatur permusikan di Indonesia.

Aspirasi ini disampaikan koordinator Kami Musik Indonesia Glenn Fredly ketika bertemu Badan Legislatif DPR, Rabu (7/6/2017). Diterima pimpinan Baleg Totok Daryanto, Glenn menjelaskan  kondisi permusikan Indonesia dewasa ini.

"Sangat menyedihkan. Kontribusi musik Indonesia kepada negara di bawah satu persen. Padahal potensi yang dimiliki sangat besar bagi negara dan pelakunya," kata Glenn.

Berharap agar musik Indonesia berdaulat, Glenn dan kawan-kawan membawa Prof Agus.

"Naskah akademik adalah disiapkan oleh Prof Agus. Dari naskah akademik ada fakta bahwa insan musim belum sepenuhnya bisa membuat pelakunya sejahtera," ujar Glenn.

Para musisi bersama anggota Baleg DPR sempat menyanyikan lagu Indonesia Tanah Airku. Awalnya Totok meminta mereka untuk  bernyanyi.  Namun dengan diplomatis Glenn justru mengajak seluruhnya menyanyikan lagu tersebut.

Berikut daftar musisi yang hadir:

1. Glenn Fredly (musisi)
2. Andy Ayunir (musisi/Programer)
3. Agus Sardjono (dosen & pencipta lagu)
4. Kadri Mohamad (penyanyi/advokat)
5. Franki Raden (musisi tradisional)
6. Nusirwan (musisi tradisional)
7. Bob Tutupoly (penyanyi)
8. Aldo Sianturi (label)
9. Samuel (Younglex) (musisi)
10. Ezra Simanjuntak (seniman)
11. Bens Leo (pengamat musik / jurnalis musik)
12. Harry Murti (industri alat musik/ instrumen lokal)
13. Mocharizma (music producer)
14. Yura Yunita (musisi)
15. Ashanti (musisi)
16. Dewa Budjana (musisi)
17. Giring (musisi)
18. Donny Hardono (DSS) (industri alat musik)
19. David Karto (artist management)
20. Dudung (media - Sinar Singgalang harian Surabaya Pagi)
21. Sigit (Suara Indonesia News)
22. Peter Purnomo (pendidikan)
23. Marjuki Muhammad (musisi)
24. Dee Lestari (musisi)
25. Tommy - Aquarius
26. Syahid Ibrahim (artis management)
27. Tamam Husein
28. Ricky (label)
29. Tompi (musisi)
30. Tony Q (musisi)
31. Widy Soediro (musisi)
32. Andrini Kusuma Hapsar (musisi)
33. Mia Ismi Halida (manager artis)
34. Dwiki Dharmawan (Ketua umum AMI / music director/ artist)
35. Thomas Ramadhan (musisi)
36. Dzulfikri ( kotak musik ) (musisi)
37. Oppie Andaresta (musisi)
38. Rahayu Kertawiguna (Label)
39. Nanda Persada (artis management)
40. Ita Purnamasari (musisi)
41. Arry Syaff (musisi)
42. Adhi Bhisma Wrhaspati (kunokini)
43. Putra Ananda (kotak musik)
44. Delon (musisi)
45. Balena (musisi)
46. Ucie Sucita (musisi)
47. Ratu Meta (musisi)
48. Yanti Yuri (musisi)
49. Katon Bhagaskara (musisi)
50. Sita ( musisi )
51. Dimas Ryandi (suaminya musisi)

--- Simon Leya

Komentar