Breaking News

POLITIK “Kuda Troya” itu Bernama Muchdi Pr? 12 Feb 2019 15:22

Article image
Foto dokumentasi memperlihatkan Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR (kiri) berjabat tangan dengan Presiden RI Soeharto disaksikan Dan Kostrad Letjen Probowo. (Foto: ANTARA)
Akankah Muchdi akan menjadi "kuda troya" dalam kubu pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin atau dia hanya ingin mengejar sensasi?

BERGABUNGNYA mantan Danjen Kopassus, Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi PR ke kubu nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin masih menjadi berita selama tiga hari berturut-turut. Mengapa tidak? Jenderal bintang dua tersebut sebelumnya dikenal sangat dekat dengan Prabowo Subianto yang menjadi lawan politik Jokowi di Pilpres 2019.

Kedekatan antara Muchdi dan Prabowo berawal ketika sama-sama berkarir di pasukan elit Angkatan Darat, Kopassus dan berlanjut ketika keduanya sama-sama memasuki usia pensiun. Muchdi juga salah satu tokoh yang ikut mendirikan Partai Gerindra. Namun beberapa saat terakhir, Muchdi keluar dari Gerindra dan bergabung bersama putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra di Partai Berkarya.

Sekarang, Muchdi mengalihkan dukungan kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Di luar dugaan orang, Muchdi PR bergabung dalam jejaring komunitas Cakra 19, yakni kumpulan ribuan purnawirawan TNI-Polri yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan  Jokowi-Ma’ruf Amin di Jakarta International Expo, Kemayoran , Jakarta Kamis (10/2/2019). 

Langkah politik Muchdi PR patut dipertanyakan. Apakah ia tulus mendukung Jokowi atau ada agenda tersembunyi yang sedang dikejarnya?

Adalah   juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra  yang secara terang-terangan mempertanyakan dukungan Muchdi Pr tersebut. Akankah Muchdi akan menjadi "kuda troya" dalam kubu pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin atau dia hanya ingin mengejar sensasi?

"Pantas dipertanyakan, apakah dia ingin berperan sebagai kuda troya yang merusak dari dalam, atau memang hanya ingin mencari sensasi belaka," ujar juru bicara PSI, Surya Tjandra kepada ANTARA News, Selasa (12/2/2019). 

Bekas pegiat LBH Jakarta itu mengatakan dukungan kepada Jokowi sejatinya adalah bukti nyata dari kinerja yang sudah diberikan oleh Jokowi hingga mendapat apresiasi yang baik, termasuk dari petinggi Partai Berkarya yang bukan termasuk partai pendukung. 

Namun PSI juga menilai dukungan itu perlu disikapi dengan hati-hati. 

"Karena tidak hanya datang dari seorang petinggi sebuah partai yang dipimpin Tommy Soeharto, pewaris sah rezim otoriter Orde Baru, yang adalah juga pendukung capres cawapres nomor urut 02, tetapi khususnya juga karena personal Muchdi Pr sendiri yang memang bermasalah," kata Tjandra. 

Ia menekankan, nama Muchdi disebut-sebut terlibat di dalam kasus aktivis Munir.

“Kami menilai dukungan orang macam Muchdi tidak hanya menyakiti para pejuang hak asasi manusia yang masih terus berjuang menuntaskan kasus penculikan aktivis, tetapi juga tidak akan menambah elektabilitas Jokowi-Ma’ruf,” jelas dia. 

Menurut dia, jika Muchdi tulus mendukung Jokowi-Ma'ruf, maka yang bersangkutan harus membuka semua nama yang terlibat penculikan aktivis. 

“PSI berharap Presiden Jokowi bisa menyikapi hal ini dengan bijaksana, dan terus fokus pada menyampaikan capaian-capaian pembangunan yang sudah kian nyata belakangan ini, terutama rencana pembangunan manusia yang akan menjadi fokus pada periode kedua nanti,” kata dia.

Sebelumnya petinggi Partai Berkarya, Muchdi hadir dalam acara silaturahim antara Presiden Jokowi dan purnawirawan TNI/Polri di arena PRJ, Kemayoran, Minggu (10/2/2019).

Kepada pers, usai acara deklarasi dukungan sekitar 1.000 purnawirawan TNI kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Muchdi PR dengan tegas mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak akan mampu melakukan pembangunan seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo. 

"Pak Prabowo itu kan kawan saya. Jadi saya kira itu tidak mungkin dilakukan Pak Prabowo lima tahun ke depan," ucap Muchdi di sela-sela acara silaturahi purnawirawan dengan Jokowi seperti dikutip dari CNN Indonesia (10/2/2019).

Muchdi menjelaskan bahwa Jokowi telah berhasil membangun berbagai infrasturktur. Baik itu jalan , pelabuhan, bandara, industri serta prasarana publik lainnya. 

Itu semua, kata Muchdi, juga telah terbukti dirasakan bermanfaat bagi masyarakat. pencapaian Jokowi dalam pembangunan infrastruktur adalah alasan Muchdi ikut mendeklarasikan dukungan. 

"Apalagi kalau melihat lawannya ," ucap Muchdi. 

Diketahui, Muchdi merupakan kawan dekat Prabowo saat masih aktif di militer. Pada 1998, dia menjabat sebagai Danjen Kopassus. Sementara Prabowo saat itu menjabat sebagai Pangkostrad. 

Pada 2008, Muchdi menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Muchdi PR dari segala tuduhan. 

Muchdi PR juga termasuk salah satu pendiri Partai Gerindra. Dia sempat menjabat sebagai wakil ketua umum. Kemudian, dia pindah ke Partai Berkarya pimpinan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Hingga kini, dia masih terdaftar sebagai anggota majelis tinggi dan wakil ketua umum. 

--- Simon Leya

Komentar