Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INSPIRASI “Pasangan Pancasila” Owi-Butet Menerima Penghargaan dari HSC 10 Sep 2017 23:53

Article image
Liliyana Natsir menerima penghargaan dari Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) yang diserahkan oleh CEO HSC Komjen Pol (Purn) Gories Mere. (Foto: Redem/IndonesiaSatu.co)
Penghargaan kepada Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir merupakan wujud ucapan terima kasih Hendropriyono Strategic Consulting dan bangsa Indonesia kepada putera-puteri Indonesia yang berprestasi dan berkontribusi luar biasa kepada bangsa dan Negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPasangan juara dunia badminton ganda campuran asal Indonesia Tantowi Ahmad-Liliyana Natsir menerima penghargaan berprestasi dari Hendropriyono Strategic Consulting (HSC). Owi dan Butet, sapaan akrab keduanya, menurut penilaian lembaga konsultan berpengaruh itu telah mengharumkan bangsa dan negara Indonesia di kancah olahraga internasional.

Penghargaan tahunan untuk Owi-Butet tersebut diserahkan secara langsung oleh Chief Executive Officer HSC Komjen Pol (Purn) Gories Mere di Yellowfin Restaurant, Jalan Senopati No.42, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2017).

Tampak hadir dalam acara tersebut Dewan Penasihat PBSI Prof Hamid Awaludin, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai, Kapolresta Depok Kombes Pol Herry Heryawan, pakar hukum Prof Indrianto Seno Aji, dan pengamat militer yang juga pemilik PT Veritas Dharma Satya (VDS) Valens Daki-Soo.

Hadir pula pebulutangkis nasional seperti Kevin Sanjaya, Muhammad Ahsan, dan Ryan Saputra. Acara tersebut diwarnai kehadiran mantan bintang legendaris bulutangkis dunia Liem Swie King dan nama-nama besar lainnya yang pernah berjaya di arena bulutangkis dunia yakni Ade Chandra, Lius Pongoh, Ivana Lie, Alan Budikusuma dan Edy Hartono.

Hamid Awaludin memulai acara dengan menggelari duet Owi-Butet sebagai “pasangan Pancasila” dengan segudang prestasi membanggakan.

“Pada Minggu 27 Agustus 2017, mereka merebut gelar Juara Dunia Ganda Campuran 2017 usai menekuk unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen. Menarik bahwa seusai menang, Owi sujud syukur menyembah Tuhan dengan cara Islam, sedangkan Butet membuat tanda salib khas Katolik. Pasangan ini sungguh Pancasila,” ujar Hamid.

Hamid menilai prestasi Owi-Butet yang berbeda keyakinan agama ini menunjukkan indahnya keragaman Indonesia.

“Owi dibesarkan dari tradisi pesantren sedangkan Butet datang dari keluarga Katolik yang taat. Saya kira ini salah satu kekuatan yang membuat mereka berprestasi,” tambah mantan Menkumham tersebut.

CEO HSC Jenderal Gories Mere dalam sambutannya menuturkan, pemberian penghargaan ini merupakan wujud ucapan terima kasih HSC dan bangsa Indonesia kepada putera-puteri Indonesia yang berprestasi dan berkontribusi luar biasa kepada bangsa dan negara.

“Prestasi Liliyana dan Tantowi ini luar biasa dan membanggakan. Kita patut memberikan apresiasi,” kata Jenderal Gories.

Gories yang kini juga menjabat Staf Khusus Presiden RI mengatakan, prestasi Owi-Butet memberikan harapan di tengah bangsa kita yang haus prestasi. Tentunya pencapaian prestasi yang diraih tidak diperoleh secara spontan.

“Prestasi Liliyana-Tantowi tentunya lahir dari semangat berlatih, kekompakan, dan kerja keras,” puji mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

Pernyataan Gories tak berlebihan. Owi-Butet sudah kesekian kalinya membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Pasangan ini telah mengembalikan tradisi medali emas Olimpiade untuk Indonesia pada 2016 di Brazil. Kemenangan Butet/Owi ini sekaligus menjadi kado manis untuk Indonesia bertepatan dengan HUT kemerdekaan ke-71 tahun 2016.

Pada Juni 2017, keduanya menenteng gelar juara Indonesia Open 2017. Raihan tersebut ini juga sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara ganda campuran Tanah Air yang tercatat sudah tidak pernah juara selama 12 tahun. Terakhir, Indonesia meraih gelar juara di nomor ganda campuran pada 2005 silam.

Butet tercatat sebagai satu dari dua pemain Indonesia yang berhasil meraih gelar juara dunia sebanyak 3 kali, selain Hendra Setiawan. Bersama Owi, keduanya meraih tiga kali juara berturut-turut alias hattrick Juara All England 2012, 2013, dan 2014.

Viralkan “Pasangan Pancasila”

Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai memuji prestasi Owi-Butet sebagai “pasangan Pancasila” yang harus diviralkan. Putra-putri Indonesia harus belajar dari tadi teladan keragaman ini. Keyakinan yang berbeda ketika dijalankan sesuai ajaran iman masing-masing akan menuai berkah dari Tuhan. 

“Saya kira ini harus kita viralkan. Bahwa ternyata doa kedua orang ini sampai pada Satu, Yang Maha Menerima doa. Artinya, yang disembah Butet, juga disembah Tantowi. Dan ternyata kalau keduanya bersatu pasti dikabulkan dan menghasilkan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia,” ujar Ansyaad.

Prestasi Owi-Butet, demikian Ansyaad, mengirim kekayaan pesan moral yang harus digunakan atau dikapitalisasi bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ini pesan moral bagi situasi bangsa kita sekarang, bahwa kalau kita berselisih, maka nasib kita akan seperti Suriah dan Afganistan. Apabila kita bersatu, kita tidak dapat dikalahkan siapapun,” tegas Arsyaad disambut tepuk tangan yang hadir.

Pantauan IndonesiaSatu.co, acara pemberian penghargaan ini berlangsung dalam situasi penuh kekeluargaan. Butet yang pada 9 September merayakan ulang tahunnya mendapat kejutan berupa kue ulang tahun dari Jenderal Gories Mere. Diiringi tepuk tangan, Butet meniup kue ulang tahun didampingi Gories Mere dan Valens Daki-Soo.

Butet yang ditemui IndonesiaSatu.co mengaku bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih karena apresiasi HSC tersebut.

“Terima kasih Tuhan Yesus. Terima kasih kepada HSC yang telah menghargai perjuangan kami. Secara pribadi terima kasih atas penghargaan di momen sehari setelah ulang tahun saya ini," ungkap Butet. 

Butet meyakini bahwa penghargaan dan dukungan tersebut akan memacu dirinya dan Tontowi untuk berprestasi mengharumkan nama bangsa. Keyakinan yang sama ia utarakan untuk rekan-rekan pelatnas Badminton.

“Kami yakin dukungan tersebut memacu kami berdua untuk meraih gelar dalam kejuaraan-kejuaraan selanjutnya Penghargaan ini juga akan menjadi penyemangat bagi teman-teman kami,” ujar Butet.

Untuk diketahui, Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) selalu memberikan penghargaan tahunan kepada warga Indonesia yang dinilai berjasa besar bagi bangsa. Hadiah berupa sejumlah uang dan piagam penghargaan.

Pada 2016, penghargaan HSC diberikan kepada AKBP Untung Sangaji  sebagai bentuk apresiasi terhadap aksi heroiknya ketika menghadapi kejahatan terorisme di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016.

--- Redem Kono

Komentar