Breaking News

REGIONAL 10 Desa Dukung Pemekaran Kecamatan Mukusaki 15 Jul 2021 21:45

Article image
Jalannya Musyawarah Pembentukan Panitia Pemekaran Kecamatan Mukusaki. (Foto: Dok. Panitia)
"Pada prinsipnya, sudah saatnya pemekaran kecamatan segera direalisasikan. Berbagai alasan teknis dan administratif perlu didukung penuh oleh segenap pihak agar wacana ini benar-benar direalisasi," dukung Pater Simeon.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Wacana Pemekaran Kecamatan Mukusaki melalui "Tim 10" selaku Tim Inisiator, sejak Oktober 2019 silam, mulai menunjukkan upaya konkrit-strategis meski sedang dilanda pandemi Covid-19.

Hal itu terlihat ketika "Tim 10" menggagas Forum bertajuk Musyawarah Bersama Pembentukan Panitia Pemekaran Kecamatan yang diselenggarakan di Kantor Desa Mukusaki, Sabtu (10/7/2021).

Musyawarah Pemekaran Kecamatan melibatkan berbagai elemen; yakni Camat Wewaria dan Camat Maukaro, para Kepala Desa Pendukung Pemekaran dari dua wilayah Kecamatan, para tokoh Adat, tokoh Agama, tokoh Muda, tokoh Wanita, tokoh Pendidikan dan tokoh Masyarakat.

Ketua "Tim 10" selaku Tim Inisiator, Yohanes Gesi, dalam sambutannya mengatakan bahwa meski diterpa badai pandemi Covid-19 hampir sepanjang tahun 2020, namun Tim 10 terus mendesain langkah-langkah kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Pemekaran Kecamatan.

"Setelah berkomunikasi, berdiskusi dan bernegosiasi dengan para tokoh adat, tokoh agama, tokoh muda dan pemerintah (Camat), yang kemudian diperkuat lagi dengan hasil rumusan pada rapat persiapan forum Mosalaki se-rektorat wilayah Ende-Lio di Stasi Nggemo, maka pada tanggal 4 Juli 2021 melalui Rapat Terbatas Tim 10, disepakati untuk menggelar Musyawarah Besar Pembentukan Panitia Pemekaran Kecamatan dengan melibatkan semua unsur sebagai pelaku utama pembangunan," papar John Gesi.

Ia berharap agar pendekatan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan, percepatan pelaksanaan pembangunan, peningkatan pemberdayaan masyarakat, pemerataan pembangunan serta percepatan pencapaian kesejahteraan umum menjadi misi utama Pemekaran Kecamatan.

Kerinduan dan Dukungan

Sementara Pastor Paroki Kristus Raja Mukusaki, P. Simeon Katu, SVD, mewakili tokoh Agama mengaku wacana pemekaran Kecamatan merupakan kerinduan masyarakat (umat, red) yang diharapkan segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan.

"Pada prinsipnya, sudah saatnya pemekaran kecamatan segera direalisasikan. Berbagai alasan teknis dan administratif perlu didukung penuh oleh segenap pihak agar wacana ini benar-benar direalisasi," dukung Pater Simeon.

Harapan dan dukungan juga diutarakan Camat Wewaria, Maximus Sensi, yang meminta kerjasama dari semua pihak demi efektifitas penyelenggaraan pemerintahan umum Kecamatan, pendekatan pelayanan, peningkatan pemberdayaan masyarakat dan titik pertumbuhan ekonomi terkini.

Camat Wewaria beralasan, guna melaksanaan Pasal 228 dan Pasal 230 UU nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Desa, maka terlahirlah PP nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan.

Menurutnya, PP tersebut membawa angin segar, karena sudah sekian lama moratorium dan sedang dinanti-nantikan beberapa tahun bahkan hampir satu dasawarsa (kurang lebih 10 tahun).

"Maka sebagai Camat di wilayah Wewaria tercinta ini, Saya mengajak semua pihak, teristimewa para Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Wanita, Tokoh Pendidikan, Tokoh Masyarakat dan orang-orang muda serta para ASN untuk bergerak maju membangun masyarakat di wilayah yang akan dimekarkan ini dengan input-input positip-konstruktif," harap Camat Wewaria.

Sementara Camat Maukaro, Igansius B. Kapo, selain mendukung dan mengapresiasi tim inisiator Pemekaran, juga memaparkan syarat-syarat Pemekaran Kecamatan, yakni; (1) setiap Desa Pendukung memiliki 200 Kepala Keluarga (KK) atau 1000 jiwa; (2) usia kecamatan induk minimal 5 tahun; (3) usia Desa-Desa Pendukung minimal 5 tahun, terhitung sejak Desa tersebut terdaftar di Kementrian Desa dan Depdagri, dibuktikan dengan Nomor Register Desa di Kemendes dan Depdagri; (4) rentang kendali (jarak dan waktu tempuh); (5) rencana tata ruang wilayah; dan (6) terdapat kejelasan batas wilayah Kecamatan.

Ruang Dialog Interaktif

Dalam sesi dialog interaktif, para tokoh yang hadir langsung mengerucut pada Nama Kecamatan, Ibukota Kecamatan dan Lokasi Kecamatan.

Adapun beberapa opsi nama Kecamatan yang muncul di forum yakni Kecamatan Wewaria Barat, Kecamatan Lio Utara dan Kecamatan Mukusaki.

Setelah melalui dinamika dan berbagai pertimbangan historis maupun alasan strategis-konstruktif, forum musyawarah akhirnya menyepakati:
Nama Kecamatan : Kecamatan Mukusaki
Ibukota Kecamatan : Mukusaki
Lokasi Ibukota Kecamatan : Mukusaki.

Kepanitiaan

Forum Musyawarah menyepakati Struktur Kepanitiaan Pemekaran Kecamatan Mukusaki, sebagai berikut:

Pelindung dan Penasehat: Camat Wewaria, Camat Maukaro, Pastor Paroki Mukusaki, Pastor Paroki Ratesuba, Pastor Paroki Maukaro, Imam Masjid, Danramil Wewaria, Posramil Maukaro, Kapolsek Wewaria, Kapolsek Maukaro, dan Mosalaki se-Paroki Mukusaki.

Ketua Panitia: Yohanes B. Wara
Wakil Ketua: Heribertus Lima (Rayon Timur) dan Yohanes Nyamin (Rayon Barat)
Sekretaris Panitia: Yohanes Gesi dan Antonius E. Rangga.
(Seksi-Seksi)

Adapun 10 Desa Pendukung Pemekaran Kecamatan yang hadir dalam Mubes dimaksud yakni:
1. Desa Wewaria
2. Desa Ratewati
3. Desa Ratewati Selatan
4. Desa Ekoae
5. Desa Waka
6. Desa Aemuri
7. Desa Mukusaki
8. Desa Kelitembu
9. Desa Kobaleba
10. Desa Nabe.

--- Guche Montero

Komentar