Breaking News
  • Kapolda resmikan Bhayangkara Papua Football Academy
  • Kemen-PUPR tingkatkan kapasitas pekerja konstruksi dengan sertifikasi
  • Presiden Jokowi bersarung "blusukan" ke Mal Mataram
  • Pusat Konservasi Elang Kamojang lestarikan populasi elang jawaPusat
  • Wamen ESDM kaji FSRU penuhi pasokan gas

LINGKUNGAN HIDUP 1000 Tahun Lagi, Usia Manusia di Bumi 29 Nov 2016 06:00

Article image
Fisikawan terkenal Stephen Hawking. (Foto: Ist)
Hawking menjelaskan bahwa sisa waktu 1000 tahun manusia di Bumi diakibatkan pelbagai bencana yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coPemikir ilmu fisika terkenal Stephen Hawking meramalkan usia manusia di Bumi berkisar 1000 tahun lagi. Ramalan Hawking tersebut mengejutkan peserta forum Oxford Union di Inggris pada 14 November 2016.

Hawking menjelaskan bahwa sisa waktu 1000 tahun manusia di Bumi diakibatkan pelbagai bencana yang disebabkan oleh ulah manusia sendiri.

Hawking menyebut perang nuklir, percobaan virus rekayasa genetika, pencemaran udara, dan peningkatan kecerdasan buatan yang menyebabkan berbagai bencana di Bumi. Ini akan membuat spesies manusia akan punah.

Menurut fisikawan itu, manusia harus mengakali kesudahannya dengan menyiapkan tempat lain di planet tata surya. Ini sebagai rencana cadangan bagi manusia untuk bisa bertahan hidup.

"Kita harus pergi ke luar angkasa untuk masa depan manusia," tegas Hawking.

Untuk mencapai hal ini, Hawking menganjurkan penelitian-penelitian ilmiah tentang kemungkinan hidup manusia di tempat lain di tata surya.

"Saya ingin mendorong publik agar tertarik melakukan perjalanan ke luar angkasa," himbaunya.

Sebelumnya, Hawking pernah mengatakan pada 2014 bahwa 50 tahun lagi manusia sudah dapat menetap di bulan. Ia menulisnya secara lugas dalam bukunya A Brief History of Time.

Ramalan Hawking bukan pertama kali ia sampaikan. Dalam sebuah wawancaranya dengan Daily Mail tahun 2014, Hawking menyebut Bumi sebagai planet tua yang terancam oleh pertumbuhan populasi manusia dan sumber daya yang kian terbatas. Oleh karena itu, manusia harus harus mengantisipasi ancaman tersebut.

--- Redem Kono

Komentar