Breaking News

INTERNASIONAL 157 Korban Ethiopian Airlines Berasal dari 35 Negara, Termasuk 1 WNI 11 Mar 2019 09:41

Article image
Lokasi jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines. (Foto: AP/spiegel.de)
WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian diketahui bernama Harina Hafidz dan merupakan salah satu dari sejumlah staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang turut dalam penerbangan itu.

ADDIS ABABA, IndonesiaSatu.co --  Otoritas maskapai Ethiopian Airlines mengumumkan, korban tewas dalam kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 miliknya, Minggu (10/3/2019, berasal dari 35 negara, satu di antaranya dari Indonesia (WNI).

Seperti dilansir Spiegel Online, Senin (11/3/2019), dari daftar penumpang dan awak pesawat naas tersebut diketahui antara lain 32 warga Kenya, 18 warga Kanada, 9 dari Etiopia, masing-masing 8 warga Amerika Serikat, Italia, dan China.

Selain seorang korban dari Indonesia, terdapat masing-masing satu korban dari negara Belgia, Somalia, Norwegia, Serbia, Togo, Mozambik, Rwanda, Sudan, Uganda, dan Yaman.

WNI yang menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines diketahui bernama Harina Hafidz dan merupakan salah satu dari sejumlah staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang turut dalam penerbangan itu.

Kedutaan Besar Indonesia di Roma menyebutkan, Harina tinggal di Roma dan bekerja untuk World Food Program (WFP), lembaga urusan pangan yang bernaung di bawah PBB. Pihak Kedubes RI di Roma juga telah bertemu dengan keluarga korban.

Direktur Eksekutif WFP David Beasley menyatakan, sekitar 19 korban Ethiopian Airlines merupakan staf PBB yang akan menghadiri konferensi pangan di Nairobi, mulai Senin ini (11/3/2019).

Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkapkan dukacita dan belasungkawa atas meninggalnya para staf PBB dan seluruh korban jatuhnya Boeing 737 Max 8 itu.

Sementara itu, manajemen Ethiopian Airlines mengatakan, pesawat dengan nomor penerbangan ET-302 itu telah dioperasikan selama 1200 jam sejak November 2018. Sedangkan pilot yang menerbangi pesawat tersebut telah bekerja untuk Ethiopian Airlines sejak tahun 2010.

Pihak maskapai juga memastikan akan bekerjasama secara penuh dengan otoritas terkait untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

--- Rikard Mosa Dhae