Breaking News

POLITIK 23 Maret, Puluhan Ribu Orang Deklarasi Dukung Jokowi di Yogyakarta 12 Mar 2019 22:07

Article image
Seniman pendukung Jokowi Butet Kertarajasa. (Foto: Ist)
Seniman dan Alumni Jogja Satukan Indonesia menggelar deklarasi dukungan pada Jokowi untuk pemilihan presiden 2019 dengan tajuk ‘Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan’.

YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sejumlah seniman dan sekitar 30 ribu orang disebut siap menyatakan dukungan dan menyambut kedatangan Capres Joko Widodo (Jokowi) saat petahana sekaligus calon presiden itu ke Yogyakarta.

Jokowi disebut bakal menghadiri deklarasi dukungan tersebut di Stadion Kridosono,Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019). Dari Stasiun Lempuyangan, Jokowi akan ngontel atau naik sepeda ke lokasi deklarasi.

“Dari Bandara Adisucipto, Presiden akan naik kereta dari Stasiun Maguwo menuju Stasiun Lempuyangan. Dari sini, Presiden akan naik sepeda ke Kridosono sejauh 500 meter,” kata Ketua Umum Alumni Jogja Satukan Indonesia Budi Santoso, dalam jumpa pers acara deklarasi itu, di Yogyakarta, Selasa (12/3).

Seniman dan Alumni Jogja Satukan Indonesia menggelar deklarasi dukungan pada Jokowi untuk pemilihan presiden 2019 dengan tajuk ‘Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan’.

Dukungan dari seniman datang dari dua bersaudara Djaduk Ferianto dan Butet Kertarajasa, grup rock Good Bless, kelompk musik Sri Krishna, duo musisi NDX aka Familia, perupa Ong Hary Wahyu, dan kurator Kuss Indarto,

Menurut Budi, acara ini akan menonjolkan kebudayaan Nusantara dan menunjukkan Yogyakarta sebagai ‘Indonesia Mini’. Sebab, kata Budi, Yogyakarta telah menjadi oase bagi kehidupan yang beragam, berbhineka, tetapi menyatu dalam ikatan kebangsaan.

“Kami ingin membawa semangat persatuan dan kesatuan ini ke tingkat nasional. Jangan sampai karena pemilu, persatuan dan kesatuan yang sudah diperjuangkan para Bapak Bangsa rusak,” jelasnya.

Budi menjelaskan, penggunaan istilah alumni di deklarasi ini tidak merujuk pada lulusan perguruan tinggi atau sekolah menengah di Yogyakarta dan DIY.

Namun dibebaskan bagi siapa saja yang merasa memiliki keterkaitan dengan Yogyakarta seperti pernikahan, pekerjaan, atau pernah berdomisili.

“Yang pasti sampai saat ini sudah ada 30 ribu orang yang menyatakan siap datang. Alumnus dari 17 perguruan tinggi juga siap hadir, namun atas nama pribadi bukan komunitas,” katanya.

Acara ini akan menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti kuda lumping, reog, dan 50 kelompok bregodo atau prajurit rakyat khas Yogyakarta.

Musisi hiphop Jawa, Marjuki, yang kondang sebagai  Kill The DJ turut mengajak pengunjung melakukan flashmob atau gerakan bersama ‘Goyang Jempol Jokowi Gaspol’. Video gerakan ini telah beredar di media sosial.

Musisi kontemporer Djaduk Ferianto mengajak grupnya, Kuaetnika, menampilkan seni kuntulan dari Banyuwangi.

“Kami juga akan mempersembahkan tari berjudul ‘Senyum Untuk Indonesia’. Untuk mensukseskan gelaran ini kami, dari Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, melibatkan 33 seniman,” kata Djaduk menyebut pusat seni yang digawanginya.

Adapun aktor Butet Kertarajasa saat acara akan didaulat membacakan deklarasi dukungan bersama aktor kawakan Slamet Rahardjo, didampingi para santriwati pemilih pemula. Butet mengatakan deklarasi ini bertujuan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

“Pemilu ini bukan untuk mencari siapa yang terbaik, namun untuk mencegah yang buruk berkuasa. Saat ini konstelasi politik sudah tidak sehat dan mengerikan. Dengan mengatasnamakan agama, mereka ingin memecah Indonesia,” katanya.

Ia menyebut dukungannya ke calon presiden Jokowi bukan sebagai seorang seniman. Namun sebagai warga negara yang melihat Presiden Jokowi mampu bekerja dengan baik, antara lain membangun infrastruktur dibandingkan presiden-presiden sebelumnya.

--- Redem Kono

Komentar