Breaking News

BUDAYA 5-9 Desember, Kemendikbud Gelar Kongres Kebudayaan Indonesia 04 Dec 2018 05:22

Article image
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid. (Foto: Ist)
Selain menjadi tempat menyusun Strategi Kebudayaan, kongres tersebut juga menjadi tempat belajar, karena setiap harinya akan ada kuliah umum dan pidato kebudayaan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pada 5-9 Desember 2018 di kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) yang ke-100 tahun.

 Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid mengatakan tak hanya berisi diskusi, pada kongres yang dilaksanakan selama lima hari tersebut akan ada banyak kegiatan yang membuat kongres tersebut berbeda dengan sebelumnya.

"Kongres kali ini fokus untuk menyusun Strategi Kebudayaan yang diamanatkan lewat UU Pemajuan Kebudayaan. Strategi Kebudayaan ini akan disampaikan langsung kepada Presiden pada penutupan kongres," kata Hilmar.

Selain menjadi tempat menyusun Strategi Kebudayaan, kongres tersebut juga menjadi tempat belajar, karena setiap harinya akan ada kuliah umum dan pidato kebudayaan. Para pegiat budaya dan masyarakat yang ingin ikut serta memajukan kebudayaan juga bisa terlibat langsung menyumbangkan pemikirannya  dalam "pitching forum" pada hari terakhir kongres (9/12/2018).

"Di pitching forum semua anak muda bisa mengutarakan pendapatnya untuk memajukan kebudayaan, sementara kami (Direktorat Jenderal Kebudayaan) hanya mendengarkan ide-ide itu," kata dia.

Selain itu, juga akan ada beragam ekspresi budaya yang ditampilkan selama kongres, mulai dari film, tari, musik, pameran, mural dan lainnya. Kongres tersebut dibuka untuk umum. Masyarakat dapat mendaftar secara daring, mereka juga dapat langsung datang ke kongres untuk menyaksikan pidato atau kuliah umum jika tempat masih tersedia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan Sri Hartini menyebutkan animo masyarakat untuk hadir dalam kongres tersebut sangat tinggi, ada sekitar 2.995 orang yang telah terdaftar sebagai peserta kongres tersebut baik yang diundang maupun yang mendaftar secara daring.

Tak hanya itu, Kemendikbud juga membuka kesempatan bagi anak muda yang ingin menjadi relawan dalam kongres tersebut. Ada sekitar 3.324 pelamar, padahal hanya dibutuhkan sekitar 100 relawan.

Animo yang besar ini diharapkan membuat kongres tersebut menjadi tempat pertemuan energi besar untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

--- Redem Kono

Komentar