Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL 51 % Saham Dilepas ke Indonesia, Ini Tanggapan Freeport 13 Jul 2018 08:43

Article image
CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson. (Foto: Ist)
Pimpinan Freeport Adkerson menilai kesepakatan tersebut sangat penting untuk kelanjutan operasi PT Freeport Indonesia, yang adalah anak usaha dari Freeport McMoran.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setelah melalui perundingan alot selama tiga tahun, PT Freeport McMoran setuju untuk melepas 51 % saham Freeport kepada pemerintah Indonesia melalui PT Inalum. Kesepakatan melalui penandatanganan Head of Agreement oleh CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson dan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Pimpinan Freeport Adkerson menilai kesepakatan tersebut sangat penting untuk kelanjutan operasi PT Freeport Indonesia, yang adalah anak usaha dari Freeport McMoran.

"Hari ini saya anggap sebagai hari yang sangat penting bagi kita semua," kata Adkerson di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Adkerson juga menjelaskan bahwa negosiasi sudah berjalan selama enam setengah tahun untuk menangani persoalan keberlanjutan Freeport dan kedudukan pemerintah.

Adkerson sempat bertemu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Amerika Serikat.

"Kami mencapai kebuntuan di awal tahun 2017, dan saya duduk dan menghabiskan waktu bersama mereka masing-masing, mendengarkan apa tujuan dari pemerintah dan presiden dan saya mendengarkan dengan sangat hati-hati dan pada akhir Agustus kami membuat kerangka kerja, untuk mencoba memenuhi tujuan tersebut," jelas Adkerson.

Pada akhirnya, kata Adkerson, telah terjadi kesepakatan untuk melepaskan 51% saham PTFI ke pemerintah melalui PT Inalum.

"Saya pikir hari ini adalah langkah yang sangat positif, kami telah bekerja sangat beberapa bulan terakhir untuk memenuhi instruksi Presiden Widodo kepada kami untuk menemukan win-win solution," kata dia.

Dalam keterangan resminya, PT Freeport Indonesia menyatakan selama 15 tahun terakhir telah memulai proses transisi dari operasi penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah. Dalam proses tersebut telah menginvestasikan sekitar US$ 6 miliar untuk mengembangkan tambang bawah dan berencana menambah investasi hingga miliaran dolar sebagai komitmen untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham.

PT Freeport Indonesia menyambut baik kemitraan baru ini. Kesepakatan ini tidak berdampak pada status ketenagakerjaan karyawan PT Freeport Indonesia. Perusahaan akan tetap beroperasi dengan merujuk kepada rencana kerja yang telah ditetapkan.

Selama sekitar 50 tahun terakhir, PT Freeport Indonesia telah menjalankan kemitraan yang baik dengan pemerintah Indonesia. PT Freeport Indonesia akan tetap beroperasi dengan standar tertinggi dan menjalankan operasinya secara bertanggung jawab, untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat setempat, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

--- Redem Kono

Komentar