Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

KEUANGAN AAJI: Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp96,05 Triliun di 2016 17 Feb 2017 21:52

Article image
Kantor Pusat AAJI, Jakarta. (Foto: Kontan)
Sepanjang 2016 total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat 32,4% menjadi sebesar Rp96,05 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,57 triliun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Komitmen industri asuransi jiwa untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabah serta melaksanakan tanggung jawab terlihat dari pembayaran klaim yang terus dilakukan sesuai manfaat polis.

Berdasarkan data yang dirilis Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jumat (17/2/2017), sepanjang 2016 total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat 32,4% menjadi sebesar Rp96,05 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,57 triliun.

Ketua Bidang Regulasi dan Best Practices AAJI, Maryoso Sumaryono mengatakan, Klaim Nilai Tebus (Surrender) sebesar Rp52,32 triliun memiliki proporsi terbesar di dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 54,5% dari total klaim yang dibayarkan, dan klaim nilai tebus ini meningkat sebesar 49,0% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp35,12 triliun.

“Peningkatan ini dapat terjadi akibat bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun pengalihan dana untuk keperluan lainnya,” katan Maryoso.

Klaim penarikan sebagian (Partial Withdrawal), juga mengalami peningkatan sebesar 7,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2015, menjadi Rp13,57 triliun. Sementara itu, klaim kesehatan (medical) turut meningkat sebesar 28,5% menjadi Rp9,29 triliun.

“Peningkatan angka ini menggambarkan bahwa masyarakat betul-betul merasakan manfaat dan layanan asuransi kesehatan serta menyadarkan kita akan pentingnya perlindungan kesehatan,” kata Maryoso.

--- Sandy Romualdus

Komentar