Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

ASURANSI AAJI Himbau Industri Daftarkan Agen Produktif Masuk MDRT 31 Jul 2017 13:22

Article image
Konferensi Pers penyelenggaraan MDRT Day 2017 di Rumah AAJI, Senin 31 Juli 2017. (Foto: Sandy)
Anggota MDRT saat ini mencapai 1.367 anggota, atau meningkat 47% dibandingkan jumlah tahun 2016.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menghimbau perusahaan asuransi jiwa untuk terus meningkatkan profesionalisem dan kompetensi agen asuransinya. Salah satunya dengan mendaftarkan para agen produktif untuk masuk dalam komunitas MDRT (Million Dollar Round Table), sebuah komunitas agen dengan First Year Premium minimal sebesar Rp 542.57 juta yang merupakan akumulasi premi pertama dalam satu tahun. Ini merupakan kualifikasi agen dengan standar penghasilan minimal Rp 25 juta per bulan.

"Asosiasi dan MDRT Indonesia akan berjalan seiringan, hand to hand untuk dapat menciptakan dan mencetak agen-agen profesional di masa mendatang. MDRT itu eksklusif, tugas kami (AAJI) mendorong para agen untuk masuk, bergabung ke AAJI. Karena kalau saja 30 persen agen asuransi jiwa masuk MDRT, kontribusi yang diberikan untuk industri asuransi pasti sangat besar, kata Ketua AAJI, Hendrisman Rahim di sela konferensi pers penyelenggaraan MDRT Day 2017 di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Dia mengakui, saat ini masih banyak keengganan agen untuk bergabung dengan MDRT oleh karena harus membayar biaya pendaftaran senilai 550 dolar AS. Untuk itu, dia menghimbau pelaku industri untuk membayarkan terlebih dahulu biaya pendaftaran tersebut. Itu uang kecil bagi para agen, tetapi sebaiknya perusahaan asuransi yang membayarnya terlebih dahulu. Toh nanti unjungnya juga perusahaan yang akan mendapatkan manfaatnya ketika banyak agen mencapai klasifikasi MDRT, pungkas Hendrisman.

Di sisi lain, AAJI sendiri menurut Hendrisman, tengah mancari solusi untuk mempermudah para agen mencapai level MDRT. Salah satunya adalah dengan menciptakan satu komunitas seperti MDRT, namun levelnya lokal. Kita lagi rancang yang namanya MDRT Mini, ini nanti jadi jembatan para agen kita untuk nantinya bisa naik level ke internasional, masuk ke komunitas MDRT yang sesungguhnya. Jadi ada tahapan yang mempermudah para agen kita, jelas Hendrisman.

Untuk diketahui, distribusi agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada Kuartal Pertama 2017, dari total premi yang berhasil dikumpulkan oleh industri asuransi jiwa nasional sebesar Rp 42,58 triliun sekitar 38,3% diantaranya merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan.

Sementara dari sisi jumlah agen, AAJI mencatat sampai Maret 2017 jumlah agen asuransi jiwa berlisensi mencapai 566.356 orang. Jumlah tersebut tercatat naik sebesar 15,2% dibandingkan pada 2016. Sayangnya yang masuk ke komunitas MDRT baru 3 persen. Jadi perlu terobosan, ujar Aryani P Razik, Country Chair MDRT Indonesia di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, sejatinya biaya pendaftaran menjadi anggota MDRT sebesar 550 dolar AS itu bukanlah beban. Sebabnya para agen yang bergabung akan mendapatkan benefit yang setimpal. Dalam MDRT, tiap agen diperkenalkan dengan tujuh konsep yang dapat diaplikasikan untuk menjadi seorang agen profesional. Ketujuh konsep itu mencakup relationship, health, education, career, service, financial, dan spritual. Ketujuh konsep inilah yang membedakan agen anggota MDRT dengan agen asuransi pada umumnya, tegas Aryani.

Dia menyebutkan, anggota MDRT saat ini mencapai 1.367 anggota, atau meningkat 47% dibandingkan jumlah tahun 2016. “Bagi kami ini adalah pencapain yang luar biasa, karena tahun lalu peningkatannya hanya 7%, jelas Ariyani.

Dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara, jumlah anggota MDRT di Indonesia menempati posisi ketiga. Posisi pertama ditempati oleh Philipina dengan 1.556 anggota dan posisi kedua Thailand dengan 1.541 anggota. Dua tahun lalu Indonesia menempati posisi kedua. Posisi ke empat tahun ini ditempati oleh Vietnam yang tahun lalu berada diurutan terakhir.

“Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, jumlah anggota MDRT Indonesia ditargetkan bisa tumbuh konsisten sebesar 10-15% per tahun. Sedangkan, untuk tahun depan jumlahnya ditargetkan bisa mencapai lebih dari 1.600 anggota, pungkas Aryani.

Miliana, Chariman MDRT Day Indonesia 2017 menjelaskan, MDRT Day 2017 kali ini akan diselenggarakan di Jakarta pada 23 Agustus 2017 yaitu di Kasablanka Ballrom, Mall Kota Kasablanka lantai tiga. Tema yang diusung untuk perhelatan MDRT Day 2017 yakni Reach New Heights. Saat ini tiket peserta telah sold out hingga 3.500 peserta, katanya.

Hal baru di Seminar MDRT Day 2017 menurut Miliana adalah menghadirkan pembicara dari Generasi Y yang telah bergabung dalam anggota MDRT dengan ide-ide yang inovatif dan sudah terbukti sukses. Yakni Trio Gen - Y, Mario Ariwijaya (1 tahun anggota MDRT), Tony Zhou (1 tahun anggota MDRT), dan Christopher Rodjito (3 tahun anggota MDRT). “Kehadiran talk show gen Y ini adalah yang membedakan MDRT Day kali ini dengan tahun-tahun sebelumnya, pungkas dia.

--- Sandy Romualdus

Komentar