Breaking News

KESEHATAN Adakan Kunjungan ke Sikka, Menkes RI Langsung Pantau Pasien DBD di RSUD TC. Hillers Maumere 09 Mar 2020 19:45

Article image
Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Terawan Agus Putranto saat mengunjungi pasien DBD di RSUD TC. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT. (Foto: Victorynews.com)
Dalam kunjungan tersebut, Menkes juga membawa serta 30 tenaga dokter dan 6 perawat guna membantu penanganan DBD selama masa KLB di tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Sikka.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co-- Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Dr. dr. Terawan Agus Putranto merespon Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (9/3/20).

Kedatangan Menteri Kesehatan RI ini didampingi oleh sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan RI bersama Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Setelah tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Menkes dan rombongan langsung menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.T.C.Hilers Maumere guna melihat secara langsung pasien DBD yang tengah dirawat di rumah sakit milik pemerintah ini.

Dilansir florespedia, Menkes Terawan bertemu dengan pasien DBD di ruangan rehabilitasi medik lalu berdialog dengan beberapa pasien anak yang tengah menjalani perawatan medis akibat terserang DBD.

Kepada media, Menkes Terawan Agus Purtanto mengatakan dirinya mengunjungi Kabupaten Sikka guna melihat langsung pasien DBD yang paling banyak dan sudah memasuki zona Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Saya akan kerahkan tim saya untuk membantu proses pengobatan, proses logistik dan juga akan mendorong proses promotif dan preventifnya. Kalau tidak dicegah, akan percuma. Sehingga tindakan pencegahan juga harus jalan, akan dibantu teman-teman hingga angka kejadian menurun. Jika angka kejadian menurun, angka kemungkinan terjadinya fatal, gradenya turun," ungkap Menkes Terawan.

Dalam kunjungan perdananya tersebut, Menkes juga membawa serta 30 tenaga dokter dan 6 perawat guna membantu penanganan DBD selama masa KLB di tiga rumah sakit yang ada di Kabupaten Sikka.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo menyampaikan bahwa saat ini warga Kabupaten Sikka yang terjangkit DBD mencapai 1.195 orang, 13 orang di antaranya meninggal dunia. Pasien yang dinyatakan sembuh 1.065 dan 130 pasien sementara menjalani perawatan di tiga rumah sakit dan beberapa puskesmas.

Penanganan di Tiga Rumah Sakit

Sementara Direktur RSUD TC. Hillers Maumere, dr. Marietha LD. Weni mengatakan bahwa dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam, serta 13 orang perawat yang datang langsung dari Jakarta itu, selain ditempatkan di RSUD TC. Hillers juga akan ditempatkan di RS St. Elisabeth Lela dan RS St. Gabriel Kewapante.

Ia mengaku, belum mengetahui batas waktu yang ditentukan untuk tim tenaga medis pusat tersebut bertugas di Kabupaten Sikka.

"Sesuai instruksi Kemenkes RI seminggu sebelumnya, rumah sakit di Sikka mendapat bantuan 10 tenaga dokter umum yang berasal dari kabupaten tetangga se-daratan Flores. Kehadiran tim medis tersebut diharapkan dapat membantu hingga kondisi di Sikka membaik, dibarengi aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang gencar dilakukan oleh Pemkab Sikka selama 14 hari berturut- turut," kata dr. Marietha seperti dilansir rri.co.id.

Dokter Marietha menerangkan bahwa pihaknya juga akan menempatkan dokter dan perawat di dua rumah sakit penyanggah. Ia berharap, dengan bantuan tenaga medis ini, kasus DBD di Sikka bisa teratasi, jumlah kasusnya berkurang dan kondisinya bisa lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa saat mengunjungi para pasien DBD di RSUD TC. Hillers, Menteri Terawan memberi dukungan kepada para pasien agar optimis bisa melewati masa kritis dan sembuh total.

Pihak manajemen RSUD juga dalam kunjungan Menkes tersebut menyampaikan sejumlah kendala seperti peralatan, ruang rawat inap termasuk tenaga medis serta pemerataan pasien di tiga rumah sakit di Sikka.

"Kita juga meminta agar pasien yang dirawat di RSUD ini bisa ditempatkan juga di dua rumah sakit penyanggah. Karena masyarakat lebih banyak ke RSUD, jadi kami kewalahan juga. Kalau bisa diatur agar merata, karena di sini juga kekurangan ruang rawat inap," jelasnya.

Ia menyebut, saat ini jumlah pasien yang ditangani RSUD TC. Hillers sebanyak 97 pasien, terdiri dari 20 pasien dewasa dan 77 pasien usia anak.

--- Guche Montero

Komentar