Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PENDIDIKAN Ahli: Pendidikan Seksual Penting untuk Anak 15 Mar 2018 11:34

Article image
Ilustrasi pendidikan seksual bagi anak-anak (Foto: Ist)
"Maka dari itu, pendidikan dasar tentang seksual adalah satu-satunya cara untuk memastikan mereka sehat secara seksual. Kalau pun tetap melakukannya, mereka akan tahu konsekuensi yang harus diterima. Anak muda memiliki hak untuk untuk menjalani hidup seh

NEW YORK, IndonesiaSatu.co-- Pendidikan seksual masih menjadi tabu bahkan menjadi kontroversial di kalangan masyarakat. Meski demikian, para ahli justru berpandangan sebaliknya.

Presiden Advokat Pemuda di Amerika Serikat, Debra Hauser yang juga seorang psikolog mengatakan bahwa pendidikan seksual justru penting dalam mendukung pola pikir anak untuk tumbuh sehat secara seksual.

“Anak-anak muda yang menerima pendidikan seksual sejak dini cenderung menunda aktivitas seksual. Melewatkan pendidikan seksual kepada anak justru membuat mereka lebih jahil dan penasaran akan hal tersebut. Di AS, anak muda mulai berhubungan seks pada usia 17 tahun. Kenyataannya, bukan hanya di AS saja, di berbagai dunia pun kini anak muda tidak ragu untuk berhubungan seks. Maka dari itu, pendidikan dasar tentang seksual adalah satu-satunya cara untuk memastikan mereka sehat secara seksual. Kalau pun tetap melakukannya, mereka akan tahu konsekuensi yang harus diterima. Anak muda memiliki hak untuk untuk menjalani hidup sehat,” ungkap Hauser seperti dikutip dari The New York Times, Rabu (14/3/18).

Hauser berpandangan bahwa pendidikan seksual tidak sebatas pada masalah alat kelamin saja, melainkan ada tahapannya.

“Masyarakat tidak hanya menganggap bahwa pendidikan seksual akan membuat anak melakukan aktivitas seksual. Justru itu yang harus dimengerti oleh anak-anak sejak dini agar mereka bisa menjaga diri. Pendidikan seks berkualitas harus dimulai sejak masa kanak-kanak. Anak-anak perlu mempelajari nama yang tepat untuk bagian tubuh mereka, mana yang boleh disentuh orang dan mana yang tidak boleh. Anak-anak harus dibekali informasi dan pendidikan tentang masa pubertas dan perubahan bilogis pada tubuh mereka. Hal itu berpengaruh secara psikologis terhadap perkembangan mengenai reproduksi, pantangan seksual, kontrasepsi, penyakit menular, dan pencegahan penyakit,” terangnya.

Hauser menegaskan bahwa pendidikan seksual yang jujur, berurutan, dan komprehensif merupakan dasar untuk membantu pertumbuhan anak-anak menjadi orang dewasa yang sehat secara seksual.

 

--- Guche Montero

Komentar