Breaking News

ENERGI Ahok Siap Bantu Nicke Widyawati 25 Nov 2019 17:31

Article image
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019). (Foto: ANTARA).
Selain membantu Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran direksi lainnya, Ahok juga melakukan tugas pengawasan di dalam perusahaan pelat merah tersebut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kapasitasnya sebagai komisaris utama siap untuk membantu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran direksi lainnya dalam menjalankan tugas mereka.

"Tujuan saya adalah membantu Ibu Nicke dan teman-teman berhasil sebagai Direktur Pertamina dalam sejarah kita. Itu tugas saya," ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Ahok menambahkan bahwa ia juga melakukan tugas pengawasan di dalam perusahaan pelat merah tersebut.

"Jadi masyarakat bisa melihat, perkembangannya bagaimana hasil kerja kita nanti, bisa menilai sendiri di lapangan seperti apa, hasilnya seperti apa, itu ada kerja sama tim pastinya," kata Ahok seperti dilaporkan Antara News.

Ahok tiba Kementerian BUMN pada pukul 09.24 WIB dengan mengenakan batik berwarna cokelat.

Kedatangan Ahok dalam rangka untuk menerima surat keputusan atau SK pengangkatan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina.

 

Tentang Nicke Widyawati

Sebelumnya sempat beredar isu Ahok akan menggantikan posisi Nicke Widyawati. Nicke Widyawati ditetapkan sebagai Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dari bulan April 2018.

Di balik karirnya yang gemilang di perusahaan plat merah, Nicke sempat berurusan dengan KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Nicke pernah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir. Penyidik memanggil Nicke dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN.

Dalam pusaran kasus ini, sebenarnya Nicke pernah diperiksa pada Senin, 17 September 2018. Ketika itu KPK mencecar Nicke soal pertemuannya dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, yang saat itu masih berstatus tersangka dalam kasus ini.

Sofyan ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga membantu mantan anggota DPR Eni Saragih mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus, yang lebih dulu diproses dalam kasus ini.

KPK menduga Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. KPK menyebut ada berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Saat diumumkan sebagai tersangka, Sofyan sedang berada di Prancis untuk keperluan pekerjaan. Kini, setelah Sofyan pulang dari Prancis, KPK telah meminta Imigrasi mencegah Sofyan pergi ke luar negeri. Sofyan berjanji akan bersikap kooperatif.

--- Simon Leya

Komentar