Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

POLITIK Airlangga: 31 DPD Golkar Setuju Munaslub 01 Dec 2017 16:35

Article image
Politikus Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Airlangga sendiri mendapat banyak dukungan untuk menggantikan Novanto di pucuk pimpinan Golkar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Politikus Golkar Airlangga Hartarto memastikan 31 dari 34 DPD I Partai Golkar bersepakat untuk menggelar Munaslub gantikan Ketum Golkar Setya Novanto. Airlangga mengatakan dorongan untuk digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar untuk memilih ketum baru menguat.

"Jadi, sesuai AD/RT partai Golkar sudah ada 31 dari 34 DPD tingkat I yang telah menyampaikan aspirasinya untuk munas luar biasa dan tadi pagi kita sebut tokoh masyarakat dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia menemui bapak presiden," ujar Airlangga di Jl Rajasa I, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (30/11/2017).

Airlangga yang kuat didukung menjadi Ketum Partai bergambar beringin ini memaparkan manuver yang dilakukan DPD I atau pengurus tingkat provinsi Golkar akhir-akhir ini. Mereka sowan ke Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla guna menyampaikan munaslub.

"Langkah-langkah yang disampaikan dalam elite Partai Golkar salah satunya setelah praperadilan didakan munas luar biasa dan dengan adanya daerah-daerah yang mengusulkan munas luar biasa, maka ini berdasarkan mekanisme yang ada adalah menjadi sesuatu hal yang perlu dilaksanakan DPP Partai Golkar," terang Menteri Perindustrian kabinet kerja Jokowi-JK ini.

Tak lupa pula ia merespons positif dukungan yang diberikan dua organisasi sayap Golkar Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Majelis Da'wah Islamiyah (MDI) yang mendukungnya maju jadi ketum Golkar. Oleh sebab itu, ia meyakini munaslub merupakan keniscayaan.

"Permintaan munas luar biasa juga didukung oleh ormas yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar. Dengan demikian munas itu suatu keniscayaan dan DPP tinggal merespons mengenai jadwal dan seluruhnya agar ini bisa diselesaikan pada pertengahan bulan Desember," papar Airlangga.

Munaslub ramai digencarkan menyusul ditahannya sang ketum, Setya Novanto karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Airlangga sendiri mendapat banyak dukungan untuk menggantikan Novanto di pucuk pimpinan Golkar. 

--- Redem Kono

Komentar