Breaking News

HUKUM Akademisi: People Power adalah Tindakan Inkonstitusional 11 May 2019 06:43

Article image
Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Andi Tenri Sompa. (Foto: Ist)
Menurut Tenri, imbauan untuk "people power" tidak tepat karena berpotensi menimbulkan disintegrasi negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Andi Tenri Sompa berpendapat, hasutan "people power" yang mengarah pada penggulingan pemerintahan yang sah adalah tindakan inkonstitusional dan dapat dikategorikan makar.

Menurut Tenri, imbauan untuk "people power" tidak tepat karena akan mengancam integrasi negara.

"Ini sangat menyesatkan masyarakat. Jadi tolong rakyat jangan mau dipecah-belah melalui hasutan yang salah seperti 'people power'," ucapnya di Banjarmasin, Jumat (10/5/2019).

Tenri menjelaskan, istilah "people power" lebih tepat dilakukan ketika, misalnya, ada kondisi di mana negara mendapat gangguan dari luar.

"Ini kan tidak ada. Hasil pilpres juga belum selesai penghitungannya. Jadi imbauan kepada seluruh masyarakat agar jangan mau diprovokasi atau diajak aksi massa yang berujung terganggunya kamtibmas," jelas wanita yang menjadi Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPUD Kalsel periode 2018-2023 itu.

Dia juga menegaskan, Indonesia adalah negara hukum dan bagi pihak yang tidak setuju dengan hasil pemilu, maka Mahkamah Konstitusi siap menerima gugatan sengketa pemilu.

"Kita harus legawa dan sama-sama menjaga komitmen memberikan kepercayaan penuh kepada penyelenggara pemilu. Maka tunggu saja hasil akhir pemilu yang kini masih terus berproses untuk rekapitulasi penghitungan suara," tegas Ketua Program Studi Magister Administrasi Pembangunan ULM itu.

--- Redem Kono

Komentar