Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

ENERGI Akhir 2018, PLTMG Sumbawa Akan Listriki 110 Ribu KK 25 Sep 2017 00:29

Article image
Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar saat mengunjungi lokasi proyek pembangunan PLTMG Sumbawa
Proses pembangunan PLTMG Sumbawa sendiri telah dimulai sejak bulan Juni 2017, dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018.

SUMBAWA, IndonesiaSatu.co -- Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, mengunjungi lokasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa, di Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan ini merupakan salah satu agenda dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa pada Minggu (24/9/2017),

Dengan tambahan 50 MW dari PLTMG Sumbawa nantinya, maka pasokan listrik di Sumbawa akan bertambah hampir dua kali lipat.

"Dan nantinya setelah (PLTMG) ini terbangun, kita punya reserve margin yang jauh di atas daerah lain. Kalau listrik sering mati hidup, kita lihat apakah kapasitas terpasang lebih besar daripada beban puncak, nantinya kalau ini sudah terbangun kapasitas terpasang lebih besar dari beban puncak, kurang lebih (reserve margin) 30 persen," ujar Arcandra.

Pembangunan PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 Megawatt (MW) ini masuk ke dalam program pembangunan pembangkit 35.000 MW. Proses pembangunan PLTMG Sumbawa sendiri telah dimulai sejak bulan Juni 2017, dan ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018.

"Kalau lihat progres sekarang gimana? Insya Allah akan tercapai. Energi untuk PLTMG gimana? gas nanti di tender, masih dalam proses planning, nanti (prosesnya) masih panjang," lanjut Arcandra.

PLTMG ini nantinya memperkuat sistem kelistrikan Sumbawa dan merupakan upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi, serta pertumbuhan ekonomi NTB. Menurut PLN, pembangkit ini nantinya diperkirakan dapat melistriki hingga 110 ribu keluarga.

Pulau Sumbawa saat ini masih terbagi menjadi dua sistem kelistrikan, yaitu Sistem Bima dan Sistem Sumbawa. Sistem Bima memiliki kapasitas pembangkit mencapai 50 MW dengan beban puncak sebesar 42 MW. Sementara, untuk Sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 56 MW dengan beban puncak sebesar 38,6 MW.

Untuk diketahui, rasio elektrifikasi NTB hingga Juli 2017 mencapai 81,14 persen, sementara khusus di Pulau Sumbawa telah mencapai 85,3 persen. Dengan masuknya PLTMG Sumbawa diharapkan rasio elektrifikasi di NTB dapat meningkat ?hingga di atas 95 persen pada tahun 2019.

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar