Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

PENDIDIKAN Aksi Komitmen Kebangsaan, Presiden Temui 16 Perwakilan PTN-PTS 25 Aug 2017 14:08

Article image
Menteri Ristek Dikti M Nasir. (Foto: Setkab.go.id)
Nasir mengungkapkan aksi komitmen kebangsaan ini akan mengundang sekitar 2.000-an rektor di seluruh Indonesia yang akan diselenggarakan pada akhir September.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Presiden Joko Widodo menemui 16 perwakilan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/8/2017).

"Ini dalam rangka ingin melakukan aksi komitmen kebangsaan, di mana aksi kebangsaan ini bagaimana mewujudkan kesatuan Republik Indonesia, bagaimana Pancasila sebagai ideologi negara, bagaimana UUD 1945 sebagai dasar negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dari Aceh sampai Merauke," kata Menteri Ristek Dikti M Nasir seusia mendampingi Presiden menemui perwakilan PTN-PTS di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Nasir mengungkapkan aksi komitmen kebangsaan ini akan mengundang sekitar 2.000-an rektor di seluruh Indonesia yang akan diselenggarakan pada akhir September.

"Pesan Presiden adalah ini harus dilakukan, ditindaklanjuti dan Presiden akan memberikan waktu, namun belum ditetapkan, tapi perkiraan di akhir September," kata Menristek Dikti.

Namun Nasir berharap para rektor yang akan diundang lebih dari 2.000 karena jumlah PTN-PTS di seluruh Indonesia mencapai 4.529, baik di bawah Kementerian Agama maupun Kementerian Ristek Dikti.

"Dari Kementerian Agama sekitar 800-an dan sisannya di bawah Kemenristek Dikti," ungkap Nasir seperti dikutip Antara.

Menristek Dikti mengatakan aksi komitmen kebangsaan ini akan dituangkan dalam pembelajaran semua dan perilaku, bahkan kaitannya dengan radikalisme.

"Bagaimana kampus terhindar dari faham-faham radikalisme. Ini harus kita jaga semua. Jangan sampai mahasiwa kosong kegiatan sehingga diisi oleh faham-faham tersebut. Itu harus diisi dengan nilai-nilai kebangsaan," ujarnya. 

Menristek Dikti mengatakan bahwa peran pemerintah dalam kegiatan ini selalu menganfirmasi pada seluruh perguruan tinggi dan melakukan mediasi agar semua menjadikan satu.

"Kami bekerja dengan BNPT, BIN terkait hal-hal yang berhubungan dengan kampus di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjaga Indonesia dalam benteng wawasan kebangsaan ini," pungkasnya. 

 

 

--- Very Herdiman

Komentar