Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

NASIONAL Akuisisi Freeport, Inalum: Laksanakan Amanat Jokowi 13 Jul 2018 09:04

Article image
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Ist)
Inalum memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha untuk bisa mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia menjadi mayoritas milik Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Proses akuisisi 51% saham Freeport Indonesia resmi dimulai. Ditargetkan prosesnya rampung pada akhir Juli 2018, meskipun batas maksimal penyelesaiannya 60 hari sejak HoA diteken.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa upaya ini merupakan kerja keras berbagai pihak. Dia pun memberi apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha untuk bisa mengakuisisi saham PTFI menjadi mayoritas milik Indonesia.

Karena upaya bersama itu, kata Budi akhirnya Indonesia bisa menguasai saham mayoritas setelah 50 tahun Freeport Indonesia beroperasi di Indonesia.

"Karena atas dukungannya yang luar biasa untuk mendukung Inalum melaksanakan amanat Pak Jokowi untuk mengantarkan kembali Freeport ke pangkuan Indonesia kembali," kata dia.

Sementara itu Menteri ESDM Ignasius Jonan juga memberikan apresiasi karena bisa dengan segera melakukan akuisisi saham PTFI oleh pemerintah. 

"Saya hanya menambahkan sebagai regulator mengucapkan selamat dengan ini. Ini bisa difinalisasi lebih cepat sehingga akuisisi 51% PTFI oleh pemerintah Indonesia bisa berjalan," tuturnya.

Dibutuhkan pula dana sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 53,9 triliun (kurs Rp 14.000) untuk menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Pemerintah pun tidak merasa keberatan, lantaran sudah ada 11 perbankan nasional baik dalam negeri maupun swasta nasional yang akan memberikan pinjaman sebagai modal Inalum mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia.

--- Redem Kono

Komentar