Breaking News

REGIONAL Aliansi AMAPEDO Siap Tempuh Jalur Hukum terkait Polemik Dwi Kewarganegaraan Bupati Terpilih Sarai 15 Feb 2021 12:32

Article image
Ketua Aliansi AMAPEDO Sabu Raijua, Yanuarse Bawa Lomi. (Foto: Dokpri YBL)
"Demokrasi harus menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan (jurdil). Jangan cederai kedaulatan rakyat Sarai dengan manipulasi, rekayasa dan konspirasi. Demokrasi yang cacat tentu melahirkan pemimpin yang cacat. Negara harus hadir, hukum harus tega

SABU RAIJUA, IndonesiaSatu.co-- Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMAPEDO) Sabu Raijua (Sarai), Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menanggapi polemik status kewarganegaraan ganda (dwi kewarganegaraan) Bupati Terpilih, Orient P. Riwu Kore, usai pihak Bawaslu mengkonfirmasi balasan surat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta, pada awal Februari lalu.

"Demi harga diri Bangsa, keadilan dan efek jera, AMAPEDO siap menempuh jalur hukum," ujar Ketua Aliansi, Yanuarse Bawa Lomi, dalam keterangan rilis kepada media ini, Senin (15/2/2021).

Menurut Aliansi, polemik terkait identitas diri dan Status Kewarganegaraan Calon Bupati Terpilih Sabu Raijua yang adalah Warga Negara Asing (WNA) merupakan pelanggaran terhadap UU Pemilu dan cacat demokrasi, sehingga mencederai kedaulatan rakyat.

Oleh karena itu, tulis Aliansi, AMAPEDO Sabu Raijua menyatakan beberapa tuntutan sikap;

Pertama, oleh karena dalam UU di NKRI melarang untuk meloloskan WNA sebagai Peserta Pemilu, apalagi menetapkannya sebagai Pemenang Pemilu bahkan melantiknya sebagai Kepala Daerah di NKRI, maka kami meminta kepada Bapak Presiden dan Menteri Dalam Negeri, untuk segera mengeliminir Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih atas nama Drs. Orient P. Riwu Kore dan Ir. Thobias Uly, M. Si (Paket IE RAI) dari kontestasi Pilkada Sabu Raijua, sekaligus membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Sabu Raijua Nomor: 25/HK.03.1-Kpt/5320/KPU-Kab/I/2021 Tanggal 23 Januari 2021 Tentang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Tahun 2020.

Kedua, Pemerintah Indonesia segera mengambil tindakan hukum kepada saudara Orient P. Riwu Kore yang telah dengan sengaja memalsukan dan menipu identitas dirinya, dan juga kepada semua oknum yang terlibat dalam melakukan perbuatan melegalkan semua identitas yang bersangkutan dalam upaya memenuhi syarat mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon bahkan menjadi Calon Bupati Sabu Raijua.

Yanuarse menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak Kepolisian.

"Tujuannya yakni demi harga diri Bangsa Indonesia dan rasa keadilan bagi masyarakat Sabu Raijua," katanya.

"Demokrasi harus menjunjung tinggi prinsip kejujuran dan keadilan (jurdil). Jangan cederai kedaulatan rakyat Sarai dengan manipulasi, rekayasa dan konspirasi. Demokrasi yang cacat tentu melahirkan pemimpin yang cacat. Negara harus hadir, hukum harus tegak berdiri," tandas Yanuarse mewakili Aliansi AMAPEDO.

--- Guche Montero

Komentar