Breaking News

REGIONAL Alumni STFK Ledalero se-Jabodetabek: Program Para Cagub NTT Masih Konseptual 23 Apr 2018 07:52

Article image
Diskusi para alumni Ledalero se-Jabodetabek. (Foto: Ist)
Dalam diskusi tersebut, para peserta menemukan belum tampaknya program kerja yang khas dan berbeda dari para calon gubernur kali ini yang berbeda dari gubernur-gubernur sebelumnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero se-Jabodetabek mengadakan diskusi bertema “Catatan atas Debat Pertama Pilgub NTT 2018” di Graha VDS, Jl. Tebet Raya No. 25, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018) malam.

Adapun narasumber dalam diskusi tersebut adalah dua orang peneliti muda Alumni Ledalero yaitu Arman Suparman (peneliti KPPOD) dan Yanto Fulgens (peneliti Kebijakan Publik). Moderator diskusi tersebut adalah Eggy Bonur. Diskusi ini dilakukan untuk memberikan beberapa catatan atas debat pertama Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus rekomendasi bagi para calon gubernur NTT. 

“Ini dilakukan untuk memperhatikan beberapa poin yang terkesan belum diulas secara utuh dalam debat tersebut,”ujar Cello Konseng, Ketua Alumni STFK Ledalero se-Jabodebatek.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menemukan belum tampaknya program kerja yang khas dan berbeda dari para calon gubernur kali ini yang berbeda dari gubernur-gubernur sebelumnya.

“Program-program yang ditawarkan pada umumnya menggunakan model top down,” ungkap Arman Suparman.

Alumni juga menilai para cagub-cawagub NTT belum membahas peran stakeholder terkait program tersebut. Selain itu, program-program masih berkutat pada level konseptual. Belum ada cagub NTT yang membahas detail dan praksis pelaksanaan program tersebut. Salah satu contoh yang diangkat adalah tema tentang kemudahan berusaha (terkait regulasi izin usaha).

“Para calon masih berkutat pada persoalan konseptual tentang kemudahan berusaha tetapi belum berbicara banyak tentang pemberantasan pungli yang merupakan salah satu penghalang kemudahan izin usaha,” ungkap Yanto Fulgens.

Hadir dalam diskusi tersebut para senior alumni Ledalero seperti Valens Daki-Soo dan Jerry Gatum.

--- Redem Kono

Komentar