Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

MUSIK AM Hendropriyono: PAPPRI Harus Semakin Mengibarkan Budaya Nasional 28 Nov 2017 15:47

Article image
Ketua Umum PAPPRI Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono usai melantik pengurus PAPPRI periode 2017-2022. (Foto: ist)
Di era kepemimpinannya, Hendro berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat para musisi atau seniman kita agar bisa bersaing atau sejajar dengan para seniman lain dari manca negara.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co Ketua Umum PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono mengatakan, tantangan kepengurusan PAPPRI periode 2017-2022 tidak ringan. Banyak harapan dari kepemimpinannya, agar PAPPRI menjadi lebih berguna dan bermanfaat, tidak hanya untuk para anggota PAPPRI, tetapi untuk seluruh pelaku musik dan masyarakat Indonesia.

Hendro mengatakan ini ketika melantik dan mengukuhkan kepengurusan PAPPRI periode 2017-2022 di Gedung Wijayakusuma, Jakarta Timur, Senin (27/11/2017) malam.

"Tantangan kepengurusan PAPPRI di periode 2017-2022 tidak ringan, namun berangkat dari apa yang saya tahu dan apa yang saya lihat. Para seniman musik, penyanyi, pencipta lagu dan para  tokoh tokoh musik di luar sana bisa hidup layak. Tapi yang terjadi di kita jauh dari itu, kalaupun ada bisa dihitung dengan jari, atau malah nyaris tidak ada yang 100% hidup dari musik," ujar Hendropriyono dalam sambutannya.

Menurut Hendro, tantangan PAPPRI tidak sedikit. Seiring perjalanan waktu, musik dan industrinya terus berjalan, banyak PR yang harus diselesaikan, seperti kasus pembajakan, perlunya union artis, perlunya Undang Undang Musik, sertifikasi pekerja musik dan lain-lain. Semuanya ini mendesak untuk segera diwujudkan.  

Hendro berharap, ke depan, PAPPRI dan seluruh kepengurusan periode 2017-2022 harus semakin mengibarkan budaya nasional. Agar para seniman kita bisa bersaing dengan para musisi dari luar, serta tidak terus-menerus terdesak oleh para musisi atau seniman dari luar. 

Di era kepemimpinannya, Hendro berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat para musisi atau seniman kita agar bisa bersaing atau sejajar dengan para seniman lain dari manca negara.

Hendro terpilih menjadi Ketua Umum pada Rakernas PAPPRI yang digelar di Jakarta pada 9 – 11 Maret 2017 lalu, menggantikan penyanyi dan sekaligus anggota DPR Tantowi Yahya. AM. Hendropriyono yang lebih dikenal sebagai tokoh militer dan intelijen tercatat menjadi Ketua Umum PAPPRI ke-5.

Hendro menuturkan, ketika ada permintaan dari para seniman musik seperti Enteng Tanamal dan Tantowi Yahya yang  memintanya untuk maju menjadi kandidat Ketua Umum PAPPRI, tanpa pikir panjang dia langsung menyanggupinya.

"Karena sejalan dengan apa yang saya tahu dan saya rasakan selama ini," kata Hendro.

Meski lebih dikenal sebagai tokoh TNI AD  yang sekaligus juga tokoh politik, Hendro mengaku juga aktif sebagai seorang pencipta lagu. Puluhan karyanya telah dipublikasikan dan dinyanyikan oleh artis terkenal saat ini, seperti Delon (jebolan Indonesian Idol), dan Siti Badriah, serta  Sherly May. 

Bahkan Delon dan Siti Badriah berhasil menyabet gelar AMI Awards untuk kategori Kolaborasi Dangdut Kontemporer Terbaik, membawakan lagu karya Hendropriyono.

Musisi dan para tokoh musik yang  masuk dalam jajaran kepengurusan PAPPRI periode ini di antaranya Glenn Fredly, Once Mekel, Anang Hermansyah, Yovie Widianto, Andre Hehanusa, Tika Bisono, Lisa A Riyanto, Dwiki Dharmawan, Ayu Soraya, Dina Mariana, Ermy Kullit, James F. Sundah. 

Hingga sekarang, PAPPRI sudah memiliki 24 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) yang tersebar di seluruh Indonesia: DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Riau,  Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua dan lainnya.

Sejak kelahirannya pada 18 Juni 1987,  PAPPRI  telah mengalami  lima kali pergantian ketua umum. Pada periode awal PAPPRI dipimpin Heinz Enteng Tanamal, yang sekaligus juga merupakan tokoh sentral berdirinya organisasi ini.

Pria berdarah Ambon ini memimpin PAPPRI selama dua periode, yaitu tahun 1986 hingga 1994. Periode berikutnya, PAPPRI dipimpin H. TB Sadikin Zuhra.  Dia  juga memimpin PAPPRI selama dua periode, yaitu tahun 1994-2002.

Dari Sadikin Zuhra, pemegang estafet ketua DPP PAPRI selanjutnya adalah Drs. Dharma Oratmangun. Dharma juga memimpin gerbong PAPPRI selama dua periode, yaitu 2002 hingga 2012. Pada Kongres PAPPRI ke-VI yang diselenggarakan pada Juli 2012, PAPPRI memutuskan Tantowi Yahya sebagai ketua umum untuk masa bhakti 2012 - 2017.  

Dalam konggres ke-VI ini pula kepanjangan PAPPRI yang ketika itu bernama Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia diubah menjadi Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu dan Pemusik Republik Indonesia sampai sekarang.

Pada 2017, ketika kepemimpinannya berakhir, Tantowi Yahya tidak bersedia untuk dicalonkan untuk kedua kalinya, karena alasan kesibukannya di dunia politik. Apalagi di saat bersamaan Tantowi juga dipercaya Presiden Joko Widodo untuk menjadi Duta Besar RI di New Zealand dan Kerajaan Samoa.

--- Simon Leya

Komentar