Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Anak-Anak Rentan Dipengaruhi Paham Radikal, Polri Upayakan Pencegahan 24 May 2018 05:14

Article image
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Ist)
Menurut Kapolri, pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah pencegahan supaya anak-anak ini tidak terekspos paham radikal oleh orang tuanya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pasca peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang melibatkan satu keluarga, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kalau biasanya pengawasan aparat dilakukan kepada para orang tua, sekarang juga akan difokuskan kepada anak-anak.

Hal ini dikatakan Kapolri ketika ditanya wartawan terkait kelanjutan nasib anak-anak yang diindikasikan terlibat dalam aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo usai Rapat Terbatas tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5/2018) sore.

Menurut Kapolri, pihaknya sedang mengupayakan langkah-langkah pencegahan supaya anak-anak ini tidak terekspos paham radikal oleh orang tuanya.

Namun Kapolri mengingatkan, bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kapolri meminta semua pihak, baik pemerintah, seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Sosial, dan kementerian yang lain yang bergerak di bidang ekonomi, agama, dan pendidikan, serta organisasi non pemerintah, ormas, dan LSM yang memiliki kepedulian.

“Silakan, ini adalah problem kita bersama, silakan bagaimana kita mencegah supaya keluarga-keluarga, jangan sampai anak-anak terbawa, istri sampai terbawa dan lain-lain. Di samping tentunya orang tuanya ya yang perlu kita tangani, cegah jangan sampai mereka melakukan aksi terorisme,” ujar Kapolri.

--- Redem Kono

Komentar