Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

PERTAHANAN Analisis Allan Nairn, Panglima: Itu Hoax 25 Apr 2017 06:14

Article image
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: ist)
Menurut Gatot, analisis jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn tentang dugaan kudeta tidak ada gunanya. Menanggapi berita-berita hoax sama saja seperti berkelahi dengan orang tidak waras.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menganggap analisis jurnalis asal Amerika Serikat Allan Nairn tentang dugaan kudeta yang dilakukan kekuatan politik asing yang berkomplot dengan kekuatan politik dalam negeri dan TNI terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo sebagai hal kecil dan hoax.

Karena itu, sebagai orang tertinggi di tubuh TNI, Gatot tidak merasa perlu untuk memberikan respon yang berlebihan apalagi memrosesnya melalui jalur hukum.

"Saya tidak akan menanggapi. Karena terlalu kecil bagi saya untuk menanggapi itu. Itu hoax. Ngapain harus ditanggapi," tegas Gatot di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

"Kalau tanya sama saya hal yang kecil kayak begitu, ya ngapain harus gitu (melapor). Biar media saja yang cari informasinya ya. Kalau saya, ngapain," ujar Gatot.

"Kalau saya harus mengajukan hukum dengan yang kecil-kecil kayak gitu, itu kan terlalu rendah," kata dia.

Menurut Gatot, pemberitaan tersebut tidak ada gunanya. Menanggapi berita-berita hoax sama saja seperti berkelahi dengan orang tidak waras.

"Itu sama saja dengan kamu berkelahi sama orang gila. Ya, mau menang juga kamu dibilang gila. Mau kalah juga dibilang gila, ya. Begitu saja," jelas Gatot.

Jurnalis asing Allan Nairn sebelumnya menulis sebuah artikel yang diklaimnya sebagai laporan investigasi soal upaya kudeta yang dilakukan kekuatan politik asing yang berkomplot dengan kekuatan politik dalam negeri dan TNI terhadadp pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tulisan Allan Nairn pertama kali muncul di media online Amerika Serikat, the Intercept dan kemudian menjadi perbincangan di Indonesia setelah dimuat oleh sebuah media online tirto.id.

 

--- Simon Leya

Komentar