Breaking News

HANKAM Andreas Hugo Pareira: Kami Apresiasi Langkah Tegas Pangdam Siliwangi 10 Jan 2017 08:46

Article image
Komandan Kodim 0603 Lebak Banten (Dandim) Letkol Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya. (Foto: ist)
Pencopotan Letkol Czi Ubaidillah berkaitan dengan pelatihan Bela Negara bersama organisasi masyarakat (ormas), salah satunya Front Pembela Islam (FPI).

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Keputusan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M Herindra mencopot Komandan Kodim 0603 Lebak Banten (Dandim) Letkol Czi Ubaidillah diapresiasi banyak orang, termasuk kalangan partai politik. Anggota Komisi I DPR RI Dr Andreas Hugo Pareira termasuk yang memuji langkah tegas Herindra.

Sebagaimana ramai diberitakan, pencopotan Ubaidillah berkaitan dengan pelatihan Bela Negara bersama organisasi masyarakat (ormas), salah satunya Front Pembela Islam (FPI). Menurut politikus PDI Perjuangan ini, tindakan pelaksanaan tersebut bisa dikategorikan sebagai insubordinasi karena tidak sepengetahuan atasan, dua tingkat di atasnya yakni Korem dan Kodam.

"Kami mengapresiasi langkah tegas Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI M Herindra. Berkaitan dengan kasus ini, kami menilai keputusan Pangdam sudah tepat. Dandim 0603 Lebak Banten telah mengambil keputusan dan bertindak melampau wewenangnya. Kegiatan tersebut ternyata tanpa sepengatahuan atasan, dua tingkat di atasnya, yakni Korem dan Kodam," ujar Andreas kepada IndonesiaSatu.co, Selasa (10/1/2017) pagi.

Karena itu, Andreas mendesak pimpinan TNI terutama Pangdam III/Siliwangi untuk menelusuri motif dari kegiatan tersebut. Karena inisiatif Dandim Lebak bisa menjadi preseden kesatuan-kesatuan lain yang bisa merusak integritas dan kepercayaan publik kepada TNI.

"Sampai saat ini publik bertanya-tanya soal motif kegiatan latihan Bela Negara. Apalagi kegiatan tersebut dilakukan pada masa-masa menjelang pilkada seperti saat ini," kata Andreas.

Pelanggaran Serius

Kegiatan Bela Negara yang dilaksanakan Kodim 0603 Lebak Banten direspon secara tegas oleh Pangdam III Siliwangi Mayjen M Herindra. Herindra menilai, kegiatan Bela Negara tersebut tak sesuai dengan prosedur, sehingga tak boleh terjadi lagi.

"Dia tidak izin saya. Saya katakan ini pelanggaran serius. Maka saya ambil keputusan, saya copot jabatannya dan besok ada pejabat baru," tegas Herindra kepada wartawan seusai serah-terima jabatan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf dari Kolonel Inf Wirana Prasetya Budi ke Kolonel Czi Ito Hediarto, di Kota Serang, Senin (9/1/2017).

"Saya sampaikan kepada setiap komandan, kalau mau melakukan kegiatan, harus izin jelas, kita ada hirarki. Kalau izin, tanggung jawab di saya. Pertimbangan ada di saya, iya atau tidak," ujar Pangdam Siliwangi.

Sebelumnya, Ubaidillah menjalani pemeriksaan internal di Kodam Siliwangi. "Pangdam III/Siliwangi memutuskan untuk memberikan sanksi kepada Dandim Lebak yaitu dicopot dari jabatannya dan segera digantikan oleh pejabat yang baru," ujar Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto, Minggu (08/01/2017).

Desi membenarkan, Ubaidillah terbukti melanggar aturan yang berlaku dengan memberi pelatihan bagi ormas tanpa melalui prosedur yang harusnya ditempuh secara hirarkis, yakni terlebih dahulu melapor kepada atasan.

"Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi terhadap Dandim Lebak ditemukan kesalahan prosedur, yaitu Dandim tidak melapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara tersebut," tegas Desi.

 

--- Simon Leya

Komentar