Breaking News
  • Bekasi siapkan 1000 polisi kawal buruh pada May Day
  • Bupati Mojokerto ditetapkan tersangka suap dan gratifikasi
  • Evakuasi pesawat Lion belum selesai, bandara Gorontalo masih ditutup
  • INKA Mulai Kirim "LRT" ke Sumatera Selatan
  • Jokowi Akan Jajaki Ruas Jalan Trans Papua-Papua Barat

POLITIK Andreas Pareira: 'Lawan' Terberat Jokowi Adalah Opini Negatif 01 Feb 2018 09:49

Article image
Politisi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira. (Foto: Lintas Parlemen)
Subjektivitas Fadli Zon sebagai bagian dari partai di luar pemerintahan lebih dominan ketimbang secara objektif menilai kinerja pemerintahan Jokowi tiga tahun terakhir ini.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Politisi PDI Perjuangan Dr Andreas Hugo Pareira mengatakan, lontaran kritik politisi Partai Gerindra Fadli Zon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mempunyai dasar argumentasi yang objektif. Andreas mengatakan ini ketika dimintai tanggapannya sehubungan dengan kritik Fadli Zon terhadap kinerja Jokowi yang dinilai tak layak melanjutkan kepemimpinannya di periode berikutnya.

"Saya melihat pendapat Pak Fadli Zon tidak mempunyai dasar argumentasi yang objektif. Subjektivitas Fadli Zon sebagai bagian dari partai di luar pemerintahan lebih dominan ketimbang secara objektif menilai kinerja pemerintahan Jokowi tiga tahun terakhir ini,” kata Andreas kepada IndonesiaSatu.co (31/2/2018).

Menurut Andreas, “lawan” terberat yang kemungkinan dihadapi Jokowi ke depan adalah opini-opini negatif yang cenderung imajinatif, kampanye hitam untuk men-downgrade tingkat kesukaan dan tingkat keterpilihannya pada Pilpres 2019 yang akan datang.

Meskipun masih banyak yang harus dilakukan, dibenahi, namun pemerintahan Jokowi secara mencolok sudah melakukan gebrakan perubahan, baik pembangunan fisik melalui infrastruktur transportasi, listrik, irigasi, air bersih, juga peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan dan pengendalian harga dan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

“Rakyat sudah merasakan hasil pembagunan meskipun ini baru tahap-tahap awal hasil pembangunan. Ini dibuktlkan oleh berbagai hasil polling yang menunjukkan tingkat kesukaan dan tingkat kemungkinan keterpilihan pak Jokowi yang jauh melampaui kandidat capres lain, di atas 40 persen,” pungkas Andreas.

--- Simon Leya

Komentar