Breaking News

NASIONAL Andreas Pareira: Pertemuan Jokowi – SBY Cairkan Kebekuan Politik 10 Mar 2017 09:14

Article image
SBY diterima Jokowi di Istana Merdeka Kamis (9/3/2017). (Foto: merah putih)
SBY sudah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden untuk mengklarifikasi sejumlah isu.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya terlaksana. SBY diterima Jokowi di Istana Merdeka Kamis (9/3/2017). Kalau pertemuan Jokowi dengan pimpinan partai politik sebelumnya atas inisiatip Presiden, sebaliknya pertemuan tersebut terjadi atas permintaan SBY.

SBY datang didampingi mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto. Sementara, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, permintaan SBY untuk bertemu Jokowi diajukan pada Selasa (7/3/2017) lalu.

"Saat tanggal 7 Maret Pak Hinca Sekjen Demokrat hubungi Mensesneg yang waktu itu sedang mengurusi IORA. Pak Hinca menyampaikan bahwa Pak SBY ingin bersilaturahmi," kata Bey.

SBY sudah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden untuk mengklarifikasi sejumlah isu. Karena itu, pertemuan kemarin menjadi kesempatan emas bagi SBY untuk memberikan penjelasan berbagai hal yang selama ini menimbulkan miskomunikasi.

"Insya Allah, Insya Allah, saya senang sekali saya bisa menjelaskan, beliau mendengar dengan seksama. Saya juga mendengar dari Beliau," kata SBY, dalam jumpa pers bersama Jokowi.

 

Kebekuan Politik

Politisi yang juga anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Andreas Hugo Pareira, mengatakan, pertemuan silahturahmi antara SBY dan Presiden Jokowi merupakan pertemuan silaturahmi yang penting untuk mencairkan berbagai kebekuan hubungan politik, miskomunikasi, dan mungkin kesalahpahaman  yang selama ini ada.

“Mudah-mudahan melalui pertemuan ini akan terjalin komunikasi yang lebih baik antar pemerintah dan pak SBY sebagi presiden ke-6 maupun sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” kata Andreas.

Menurut Andreas, selama ini hubungan kepartaian biasa-biasa saja. Mudah-mudahan ke depan menjadi lebih baik, karena tantangan kenegaraan, kebangsaan menghadapi berbagai persoalan dalam negeri maupun persoalan internasional ygan berdampak ke dalam negeri bisa kita atasi dengan kerjasama dan gotong-royong berbagai elemen kebangasaan, termasuk parpol.

Usai bertemu Jokowi, SBY enggan berkomentar banyak. Justru Jokowi yang merespon pertanyaan wartawan dengan nada guyon.

"Masa blakblakan ke kamu (wartawan)?" ujar Jokowi.

Sehari sebelumnya, SBY mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Jokowi untuk mengklarifikasi berbagai isu ke Jokowi, terutama soal tuduhan yang selama ini diarahkan kepadanya.

"Saya sebetulnya ingin melakukan klarifikasi secara baik dengan niat dan tujuan baik supaya tidak menyimpang, baik Pak Jokowi maupun saya, prasangka, praduga, perasaan enak atau tidak enak, atau saling curiga," kata SBY dalam jumpa pers di kantor pusat Partai Demokrat.

Dalam kesempatan tersebut, SBY menyinggung soal tuduhan atas dirinya yang dianggap menggerakkan dan mendanai aksi 4 November 2016, upaya makar, mengebom istana.

"Oleh karena itu, bagus kalau saya bisa bertemu, sekali lagi blakblakan apa yang terjadi, apa yang beliau dengar supaya ada dialog, mana yang benar, mana yang tidak benar," ujar SBY.

 

--- Simon Leya

Komentar