Breaking News

NASIONAL Angelo Wake Kako: Era Industri 4.0 Harus Diimbangi dengan Kesiapan SDM 02 Nov 2019 15:15

Article image
Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako dalam salah satu sesi konferensi pers di Jakarta. (Foto: Dok. Tim AWK)
"Persaingan global yang terus dinamis, menuntut kita untuk tidak sekadar menjadi penonton dan konsumen, melainkan terutama sebagai pelaku perubahan," tandas Angelo.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- "Kita sedang berada dalam dinamika persaingan global dari berbagai aspek. Salah satu aspek yang cukup terasa yakni persaingan dunia industri teknologi, informasi dan komunikasi dengan hadirnya berbagai alat komunikasi. Dunia terasa semakin dekat. Segala sesuatu menjadi lebih mudah, simple, smart dan instant berkat kemajuan teknologi yang sudah sedemikian canggih. Tidak bisa tidak, pilihan bagi kita sekarang yakni mau mengikuti perkembangan yang ada atau kita akan jauh tertinggal?"

Demikian hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelo Wake Kako dalam sebuah sesi diskusi bersama awak media bertempat di Hotel Grand Wisata Ende, usai membawakan Orasi Ilmiah pada acara Wisuda Universitas Flores (Unflor), beberapa waktu lalu.

Menurut Anggota senator termuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, perkembangan teknologi secara global memang tidak dapat dibendung karena persaingan negara-negara maju yang terus menguasai ekonomi dunia.

"Dalam konteks Indonesia, hal itu harus diimbangi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di berbagai aspek vital. Jika ingin menguasai teknologi artinya kita harus menguasai ilmu pengetahuan di berbagai aspek. Apalagi Indonesia sedang mempersiapkan diri sebagai negara dalam kategori 4 besar pada tahun 2045 mendatang. Ini peluang bagaimana negara kita ikut dalam persaingan global dengan negara-negara maju," kata Angelo.

Kewirausahaan sebagai Prime Mover

Mantan Ketua Pengurus Pusat PMKRI ini mengatakan bahwa salah satu aspek yang dapat menjadi atensi pemerintah Indonesia yakni terus mendorong kewirausahaan sosial sebagai prime mover kemajuan.

"Secara kuantitatif, kita tengah menghadapi potensi ledakan angkatan tenaga kerja produktif (bonus demokgrafi) terutama dari kalangan kaum terdidik (lulusan Diploma dan Sarjana, red) yang meningkat menjadi 6,8 persen dari 6,4 persen. Ini tentu menjadi ancaman masa depan bangsa apabila negara tidak melakukan pembenahan dalam menciptakan kualitas SDM yang mumpuni. Harus ada link and match antara tuntutan akademis dengan kebutuhan pasar kerja," singgungnya.

Angelo beralasan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara yang akan bersaing dengan negara-negara maju, baik dari sisi teknologi, ekonomi global maupun pasar kerja.

"Jika SDM kita tidak disiapkan dan dioptimalkan, maka tentu akan terjadi kesenjangan dengan kebutuhan pasar kerja secara global berkat kerja sama bilateral maupun dalam konteks negara-negara ASEAN. Indonesia akan menjadi salah satu negara besar jika mampu mengusai segala aspek vital persaingan global," imbuhnya.

Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Publik DPD RI ini mengharapkan agar komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jowoki) dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang terus mendorong penguatan dan pembangunan SDM Indonesia yang Unggul, dapat dijabarkan dan diimplementasikan oleh segenap pemerintah daerah di Indonesia.

"Segenap pemerintah daerah harus mendukung upaya pemerintah pusat yang terus memprioritaskan aspek SDM Indonesia Unggul. Ini tentu sejalan dengan tuntutan perkembangan global di era revolusi industri 4.0. Persaingan global yang terus dinamis, menuntut kita untuk tidak sekadar menjadi penonton dan konsumen, melainkan terutama sebagai pelaku perubahan," tandas Angelo.

--- Guche Montero

Komentar