Breaking News

PENDIDIKAN Anggota DPRD Ende Beri Catatan Kritis terhadap Tantangan Pendidikan di Tengah Covid-19 29 Apr 2020 21:52

Article image
Ketua Komisi III dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ende, Vinsen Sangu. (Dokpri VS)
“Sebagai daerah yang dijuluki Kota Pelajar, maka pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam melahirkan generasi yang turut menentukan masa depan daerah dan bangsa ini. ‘Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap buku adalah

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Situasi pandemi global akibat wabah Virus Corona (Covid-19), telah memporak-porandakan hampir semua sektor kehidupan seperti kesehatan, ekonomi, pembangunan, bahkan sektor pendidikan. Betapa tidak, virus tanpa wujud yang sedang menyerang manusia dan telah merenggut ratusan ribu nyawa, justru menular melalui relasi antar manusia. Maka berbagai strategi diterapkan guna membendung dan menghentikan laju perkembangannya, baik dengan menjaga jarak fisik antar manusia, menggunakan masker, hingga membiasakan pola hidup bersih dan sehat sebagaimana penegasan protokol kesehatan dunia (WHO) maupun instruksi dan kebijakan pemerintah.”

Demikian hal itu diutarakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ende, Vinsen Sangu dalam rilis kepada media ini, Rabu (29/4/20) usai berbicara sebagai salah satu narasumber pada program “KOPI PAGI” yang disiarkan secara liver oleh RRI Ende dengan mengangkat Topik Pilihan: ‘Merespon Situasi Covid-19; Antara Kebijakan Pemerintah dan Anak Belajar di Rumah’

Menurut Vinsen, dampak dari pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan sejumlah kebijakan lanjutan yang berujuan untuk memutus mata rantai Covid-19, sangat dirasakan oleh seluruh elemen pendidikan khususnya pelajar dan mahasiswa.

Vinsen merujuk pada kebijakan pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

“Kebijakan pemerintah melalui Menteri Pendidikan merupakan langkah bijak dan stategis agar generasi bangsa tidak stagnan dalam mendapatkan bimbingan dan perhatian dari para guru dan pendamping guna memperoleh pengetahuan. Namun, kebijakan ini belum seutuhnya mampu mengatasi masalah sektor pendidikan khususnya terhadap proses belajar para pelajar dan mahasiswa di Indonesia, khususnya di daerah terpencil dan pedalaman. Ini ujian berat sektor pendidikan khususnya di Kabupaten Ende di tengah badai Covid-19 ini,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Ende ini menyebut bahwa tantangan yang dihadapi segenap satuan pendidikan saat ini yakni; pertama, mayoritas lembaga pendidikan di Indonesia selama ini masih menerapkan metode pembelajaran konvensional, mengumpulkan pelajar dan mahasiswa di kelas, lalu guru dan dosen mengajar. Kedua, keterbatasan infrastruktur pendukung terutama akses teknologi dan komunikasi serta belum meratanya akses teknologi yang mampu menerobos masuk dan menjangkau daerah pedalaman, pedesaan dan daerah terpencil. Ketiga, kapasitas guru akan akses teknologi dan komunikasi yang masih sangat terbatas. Keempat, lemahnya kreativitas dan inovasi dari para guru bahkan lembaga pendidikan. Kelima, ketimpangan akses pembelajaran antara warga dengan pendekatan kelas ekonomi, sehingga konsep belajar online hanya mampu diakses oleh anak didik yang latar belakang ekonomi orang tuanya mampu (kaya), sebaliknya tidak mampu diakses oleh anak didik yang latar belakang ekonomi orang tuanya termasuk kelas menengah ke bawah.

“Fakta atas tantangan yang dihadapi ini, menuntut keadilan nurani dan kebijakan yang seimbang, terutama oleh para pemangku kepentingan yang berhubungan erat dengan sektor pendidikan, untuk merefleksi secara mendalam, mengevaluasi secara tuntas, dan menggali serta menemukan gagasan-gagasan bernas untuk ditawarkan guna memenuhi hak-hak anak di bidang pendidikan. Instruksi dan kebijakan strategis harus tetap mengacu pada kestabilan pengetahuan anak dalam melewati masa krisis kesehatan dunia ini, sehingga generasi bangsa dari bumi Permenungan Pancasila ini tetap memiliki kompetensi dan daya saing dengan anak-anak dari daerah lain yang memiliki akses teknologi dan komunikasi lebih mapan,” ujarnya.

Rekomendasi Solusi

Di tengah kondisi yang menantang dunia pendidikan, lanjut Politisi muda ini, maka direkomendasikan beberapa solusi strategis, yakni;

Pertama, pemerintah daerah Kabupaten Ende, didesak untuk segera mengambil langkah bijak dan strategis untuk menyelamatkan pendidikan terbaik dan berkuakitas bagi anak didik di semua jenjang pendidikan yang ada di Kabupaten Ende.

Kedua, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, dihimbau untuk menciptakan kebijakan anggaran guna mendukung kegiatan belajar selama masa dirumahkan, sehingga dapat berjalan efektif, terkontrol dan berdampak guna. Kebijakan yang diharapkan adalah menyediakan fasilitas internet, komputer dan alat komunikasi lain sejenisnya, yang dapat dipakai peserta didik guna memudahkan akses pengetahuan, sumber-sumber dan bahan-bahan bacaan lainnya serta mampu berinteraksi dengan baik antar peserta didik, orang tua dan gurunya.

Ketiga, lembaga pendidikan dan guru, mesti diuji kepekaan nurani dan tanggungjawab moralnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, dalam menciptakan generasi bangsa untuk melanjutkan estafet kepemimpinan pertiwi pada masa-masa sulit ini. Segenap satuan pendidikan harus maengasah daya kreatifiras dan langkah inovasi yang mewujudkan kemerdekaan belajar bagi peserta didik, mampu menjadi pelayan sosial dan dedikasi yang tinggi melalui pola pendampingan langsung di rumah siswa terutama pada wilayah-wilayah pedalaman, pedesaan dan daerah terpencil.

Keempat, pemerintah daerah segera menghitung dan memberikan insentif khusus bagi para guru yang setia memberikan pendampingan bagi siswa pada masa pandemi Covid-19 ini, dengan tetap memberlakukan semisalnya merealisasikan pencairan BOSDA bagi guru di tahun 2020 ini langsung kepada rekening guru-guru penerima Bosda.

“Sebagai daerah yang dijuluki Kota Pelajar, maka di tengah tantangan dan tuntutan situasi saat ini, pendidikan menjadi salah satu pilar penting dalam melahirkan generasi yang turut menentukan masa depan daerah dan bangsa ini. ‘Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap buku adalah ilmu,” tutupnya.

--- Guche Montero

Komentar