Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Anggota Komisi I DPR: Mayjen Doni Monardo Layak Jadi Pangkostrad 03 Jan 2018 11:09

Article image
Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Munardo. (Foto: Tribunnews)
Menurut Charles, calon Pangkostrad setidaknya pernah menjadi komandan teritorial setingkat Pangdam dan pernah ditugaskan ke daerah yang dulunya rawan seperti Maluku dan Papua.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris menilai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Mayjen TNI Doni Munardo layak menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen TNI Edy Rahmayadi.

Charles mengatakan ini untuk merespon adanya kekosongan posisi Pangkostrad setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyetujui pengunduran diri Edy. Pengunduran diri Edy kini tengah diproses. 

Dikatakan Charles, rotasi pimpinan tertinggi di tubuh Kostrad tidak boleh terlalu lama dibiarkan menggantung.

"Apalagi saat ini Letjen Edy Rahmayadi sudah nampak di publik melakukan aktivitas sebagai calon Gubernur Sumatera Utara bersama partai-partai pendukungnya," kata Charles saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Menurut Charles, calon Pangkostrad setidaknya pernah menjadi komandan teritorial setingkat Pangdam sehingga memahami struktur dan komando organisasi di tubuh TNI AD dan pernah ditugaskan ke daerah yang dulunya rawan seperti Maluku dan Papua bisa menjadi nilai tambah.

"Saya melihat ada beberapa perwira tinggi AD yang layak sebagai calon Pangkostrad pengganti Letjen Edy. Salah satunya Mayjen Doni Munardo yang saat ini bertugas sebagai Pangdam Siliwangi," kata Charles.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memutasi Edy dari jabatan Pangkostrad menjadi perwira tinggi tanpa jabatan sehubungan dengan keputusannya untuk maju dalam Pilgub Sumatera Utara. Namun keputusan Gatot tersebut dianulir oleh Panglima TNI yang baru Marsekal Hadi Tjahjanto. Bersama 15 perwira tinggi lainnya, Edy dikembalikan ke posisi masing-masing.

Pasca pengunduran diri Edy, banyak kalangan menyebut Doni Monardo sebagai sosok yang layak untuk menjabat sebagai Pangkostrad.

Sebelumnya, pengamat militer yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan, Prof Dr Salim Said, berpendapat, Doni adalah orang yang paling tepat dan berpotensi untuk menggantikan Edy Rahmayadi.

"Yang pantas, Mayjen Doni Monardo," kata Prof Salim Said di Jakarta, (30/12/2017).

Saat ini Doni menjabat sebagai Pangdam Siliwangi. Sebelumnya dia menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura selama dua tahun. Jenderal Doni juga pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Selama di Maluku, Doni mengkreasi program yang diapresi banyak kalangan, tak kecuali Presiden Joko Widodo, yakni program “Emas Biru” dan “Emas Hijau”. Apa yang dibuat Doni tersebut selaras dengan program Presiden Jokowi.

Dalam kunjungannya ke Ambon, usai menghadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional (HPN), beberapa waktu lalu, Jokowi bersama ibu negara Iriana Jokowi berkesempatan meninjau keramba jaring apung di Weiharu, salah satu buah pendekatan kesejahteraan yang diinisiasi Doni Monardo sekitar 10 KM dari Kota Ambon.

Tidak hanya menonton dari jauh. Didampingi Jenderal Doni Monardo, Jokowi langsung menuju jaring apung bersama beberapa anggota kabinet, di antaranya  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Gubernur Maluku Said Assagaff.

"Bapak Presiden tampak senang dengan program jaring apung ini. Bahkan Bapak Presiden sendiri langsung naik ke lokasi jaring apung untuk menyaksikan sendiri kegiatan pemberdayaan petani dan nelayan yang diinisasi Pangdam XVI/ Pattimura,” jelas Kapendam Pattimura Kolonel Hasyim kepada IndonesiaSatu.co.

Presiden Jokowi mengapresiasi program tersebut. Presiden ingin memperbesar dan memperluas program Emas Biru dan Hijau yang telah digagas Kodam.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Negara Iriana Jokowi berkesempatan membelah kerang mutiara hasil budidaya masyarakat Tual di keramba jaring apung SUPM tersebut. Menko Puan dan Menkes Nila juga sempat membeli produk mutiara yang dihasilkan langsung dari kerangnya.

Sejak hari pertama bertugas di Maluku, Doni fokus pada kegiatan yang mendekatkan TNI dengan masyarakat lewat kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan. Doni mengubah pendekatan TNI kepada masyarakat yang lebih mengarah kepada prosperity approach (pendekatan kesejahteraan) ketimbang security approach (pendekatan keamanan) sebagai upaya untuk membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya.

--- Simon Leya

Komentar