Breaking News

REGIONAL Angkat Tema 'Wewowo untuk Fakfak Lestari', Inobu dan AKAPe Gelar Talkshow Kebangsaan 26 Aug 2020 09:40

Article image
Yayasan Inobu dan AKAPe menggelar diskusi interaktif melalui talkshow di RRI Pro 1 Kabupaten Fakfak. (Foto: Dok.Yayasan Inobu)
"Sebab, disadari betul bahwa entitas adat menjadi satu kekuatan tersendiri dalam menopang pembangunan daerah," tegas Greg.

FAKFAK, IndonesiaSatu.co-- Dalam rangka merefleksikan moment Kemerdekaan RI ke-75, Yayasan Inobu dan AKAPe menggelar diskusi interaktif melalui talkshow di RRI Pro 1 Kabupaten Fakfak, Selasa, (25/8/2020).

Diskusi bertajuk "Wewowo untuk Fakfak Lestari" tersebut diadakan berkat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, sekaligus menjadi salah satu agenda menuju 'Launching Pendekatan Yurisdiksi' (Jurisdictional Approach/JA) Kabupaten Fakfak pada akhir September 2020 mendatang.

Dalam rilis yang diterima media ini, diterangkan bahwa acara Talkshow mengulas konsep dan implementasi musyawarah (wewowo) dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Fakfak yang lestari.

Hadir sebagai pembicara yakni Plt. Kepala Bappeda Fakfak, Nadi Fatagar, Ketua KNPI Fakfak, perwakilan petani pala, perwakilan pelaku usaha serta Yayasan Inobu dan AKAPe.

Manajer Legal dan Tata Kelola Yayasan Inobu, Greg R. Daeng, mengatakan bahwa wewowo merupakan gagasan penting dalam pembangunan karena menjadi wadah kerja sama tingkat daerah yang dibangun atas dasar partisipasi dan kolaborasi semua pihak di bawah kepemimpinan pemda. 

"Guna mendukung visi lestari, ada tiga hal yang harus dicapai; yaitu memastikan ekonomi masyarakat bertumbuh baik dan sejahtera, adanya kesetaraan pemangku kepentingan, dan perlindungan terhadap lingkungan hidup," sebut Greg.

Menurut Greg, hal itulah yang melandasi kerja sama tujuh Nadi di Fakfak dengan Pemkab Fakfak dibantu Inobu dan AKAPe, untuk melakukan pemetaan wilayah adat petuanan dan pendampingan petani pala. 

"Sebab, disadari betul bahwa entitas adat menjadi satu kekuatan tersendiri dalam menopang pembangunan daerah," tegas Greg. 

Sementara Plt. Kepala Bappeda, Eksan Musaad, mengakui bahwa spirit wewowo sangat relevan dengan prinsip dasar pembangunan Fakfak. 

"Setiap perencanaan, pelaksanaan dan evalusi membutuhkan peran serta seluruh stakeholder, termasuk masyarakat adat yang harus dianggap sebagai subjek dan bukan objek pembangunan," kata Eksan.

Mewakili Pemkab Fakfak, Eksan juga menyampaikan keseriusan pemda dalam mendorong konsep pembangunan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa pendekatan wewowo menjadi bagian dari prinsip dasar pembangunan daerah yang harus dipakai ke depannya.

"Dalam RPJP Daerah, semangat berkelanjutan itu ada. Dalam visi RPJM juga menyebutkan terwujudnya masyarakat Fakfak yang mandiri, adil, damai dan lestari. Ada prinsip keberlanjutan (lestari) yang sudah diinternalisasi dalam RPJP dan RPJM,” jelas Eksan.

Optimalisasi Fungsi Adat dan Pemuda

Sementara itu, Nadi Fatagar, Taufiq Heru Uswanas, menilai bahwa pembangunan Fakfak selama ini agak tersendat karena fungsi adat yang jarang digunakan.

Menurutnya, pengakuan negara melalui pemda, terhadap masyarakat adat diperlukan karena akan mendudukkan masyarakat adat setara dalam konsep pembangunan.  

"Selama ini, saya melihat, kebanyakan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah sebatas pendekatan struktur desa lewat musrenbang. Padahal banyak aspek yang bersentuhan dengan kepemilikan adat. Alhasil, banyak hal yang terhambat karena tidak terselesaikannya konflik kepemilikan adat tersebut," ungkap Heru. 

Heru berharap agar semangat wewowo dapat membentuk kesadaran manusia, yang semula perusak menjadi penjaga lingkungan.

"Komitmen tujuh petuanan dalam membahas dan memetakan batas wilayah adat petuanan selama ini, juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepemilikan, tetapi secara administratif masyarakat adat harus dapat mengontrol pembangunan," harapnya.

Hal senada disampaikan Ketua KNPI Fakfak, Ali Fuad. Menurutnya, komponen pemuda juga harus diperankan dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak bisa diam dan harus selalu ada dalam pembangunan.

"Pemuda tidak hanya dilibatkan, tetapi harus melibatkan diri. Maka kami berkomitmen untuk mendorong konsep Fakfak lestari dalam rencana kerja dan program KNPI," komitnya.

--- Guche Montero

Komentar