Breaking News

BOLA Angkat Trofi Liga Champions, Klopp Akhiri 'Kutukan' Final 05 Jun 2019 00:11

Article image
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp mengangkat trofi Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol (Foto: EPA-EFE)
Sebelumnya, klub yang dilatihnya pernah kalah dalam enam final beruntun, termasuk Liverpool di final Liga Champions musim lalu.

MADRID, IndonesiaSatu.co-- Pelatih Liverpool, Juergen Klopp akhirnya bisa bernapas lega usai tim besutannya menjuarai Liga Champions 2018/2019.

Pasalnya, keberhasilan Liverpool mengangkat trofi Liga Champions mematahkan kutukan yang menghantui karier Klopp sebagai pelatih. Sebelumnya, klub yang dilatihnya pernah kalah dalam enam final beruntun, termasuk Liverpool di final Liga Champions musim lalu.

Kemenangan 2-0 Si Merah atas Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, membuat Klopp memberikan piala pertamanya untuk Liverpool sejak menjadi manajer klub tersebut pada 2015.

Klopp juga tercatat sebagai pelatih asal Jerman pertama yang bisa membawa klub Inggris menjadi juara di Eropa.

Gol penalti Mohamed Salah dan satu gol tambahan dari pemain pengganti, Divock Origi membawa Liverpool mengangkat piala Liga Champions untuk keenam kali dalam sejarah panjang klub tersebut.

Jumlah piala Liga Champions Liverpool hanya kalah dari Real Madrid (13 kali) dan AC Milan (7 kali)

"Ini adalah malam terbaik dalam karier profesional saya. Sejujurnya, saya merasa amat lega. Lega bagi keluarga saya karena pada enam kali liburan kami yang terakhir, selalu dengan medali perak. Itu tidak terasa keren," kata Klopp usai pertandingan seperti dilansir BBCNews.

Piala tersebut juga memberi hiburan manis bagi Si Merah pada akhir musim ini. Sebelumnya, mereka gagal mengakhiri puasa gelar di Liga Primer Inggris. Kalah dari Manchester City dalam salah satu persaingan terketat sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Meski dikritik usai laga final karena penampilan Liverpool minim menguasai bola, namun Klopp dan para pemain Liverpool justru tidak peduli.

"Kami takkan mengenangnya sebagai pertandingan yang buruk. Kami akan mengenang bahwa kami menjadi juara Eropa," kata bek Trent Alexander Arnold, dikutip Eurosport.

Klopp juga enggan membahas taktik permainan timnya.

"Saya telah duduk di sini beberapa kali untuk menjelaskan mengapa kami kalah. Sekarang saya tak mau menjelaskan mengapa kami menang. Saya hanya ingin menikmati kemenangan kami," tegas Klopp.

Selain menikmati kemenangan, keberhasilan di final itu juga membuat Liverpool mengantongi uang total 74,35 juta poundsterling (Rp1,34 triliun) yang merupakan jumlah dari semua bonus kemenangan yang mereka dapat sejak babak penyisihan.

Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, mengatakan timnya tak beruntung dan penalti pada menit-menit awal tersebut amat merugikan mereka.

"Mengawali lagi setelah tertinggal 1-0 amat sulit, kami mengubah rencana kami. Itu adalah situasi yang tak bisa kami perkirakan atau persiapkan. Anda takkan bisa percaya tertinggal 1-0 hanya setelah satu menit. Secara mental itu amat berat," jelasnya.

Akan tetapi, ia menegaskan tetap bangga terhadap performa para pemainnya.

"Ini amat menyakitkan, tetapi kami harus terus maju. Jelas ini akan sulit, tetapi dalam beberapa jam ke depan kami harus mengubah pikiran dan bersikap positif," tegas Pochettino.

--- Guche Montero

Komentar