Breaking News

HUKUM Aniaya Anak, Bahar bin Smith Ditahan Polisi 19 Dec 2018 07:07

Article image
Bahar Bin Smith saat akan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. (Foto: Ist)
Polisi telah menaikkan status kasus dugaan penganiayaan anak dengan terlapor penceramah Habib Bahar bin Smith yang dilaporkan di Polda Jawa Barat dari penyelidikan menjadi penyidikan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Habib Bahar bin Smith ditahan atas kasus penganiayaan terhadap anak. Habib Bahar ditahan usai diperiksa beberapa kali dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penahanan ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

“Ya, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polda Jawa Barat,” ujar Dedi.

Polisi telah menaikkan status kasus dugaan penganiayaan anak dengan terlapor penceramah Habib Bahar bin Smith yang dilaporkan di Polda Jawa Barat dari penyelidikan menjadi penyidikan. Hal ini setelah Habib Bahar diperiksa di Polda Jabar.

“Sudah penyidikan. Iya ini (panggilan untuk pemeriksaan, Red) pertama. Pemeriksaan awal sebagai saksi. Dalam pemeriksaan awal kita mengedepankan unsur praduga tak bersalah,” jelas Dedi.

Kasus dugaan penganiayaan diduga terjadi pada Sabtu (1/12/2018) di Pesantren Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Bogor pada Rabu (5/12) dengan laporan polisi nomor LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res. Bgr.

Bahar bin Smith juga telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena menghina Presiden Jokowi. Dalam video yang dijadikan bukti oleh para pelapor, ia menyinggung Jokowi saat mengisi acara Maulid Nabi di Darussalam Satu, Batuceper, Tangerang, Banten pada 17 November 2018. Dalam transkrip video berdurasi 60 detik itu, Bahar di antaranya mengatakan, "Pengkhianat bangsa, pengkhianat negara, pengkhianat rakyat kamu Jokowi!" dan "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu".

--- Redem Kono

Komentar