Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

MEGAPOLITAN Anies Hidupkan Becak, Pengamat: Agenda Pemenuhan Janji Politik 23 Jan 2018 10:28

Article image
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio. (Foto: ist)
Agus menilai wacana itu sebagai bentuk kemunduran dari kebijakan yang sudah ada. Becak telah dilarang sejak lama. Perda Nomor 8 tahun 2007 telah melarang operasi becak, hingga perakitannya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.coKebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menghidupkan alat transportasi tradisional Becak di Jakarta terus menuai kritik. Kali ini kritik dilontarkan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio.

Agus Pambagio menilai, kebijakan ini hanya sebagai agenda pemenuhan janji politik. Agus juga mengamati dalam perencanaannya, tidak ada kajian akademis yang dilakukan Anies. Padahal menurut Agus, penarikan kebijakan publik harus memiliki dasar akademis yang jelas.

"Gubernur Anies terikat oleh janji kampanyenya dulu, dan saya sangat menyayangkan ini kenapa pake politik buat urus rakyat. Kebijakan yang diambil untuk masyarakat sebaiknya dikaji secara akademis, harus punya basis akademisinya juga, kalau sekarang enggak kaya gitu," ujar Agus dalam diskusi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2018).

Agus menilai wacana itu sebagai bentuk kemunduran dari kebijakan yang sudah ada. Becak telah dilarang sejak lama. Perda Nomor 8 tahun 2007 telah melarang operasi becak, hingga perakitannya.

"Pemimpin jangan selalu melihat ke belakangan, yang sudah dibangun jangan diubah tapi bikin yang belum ada dan belum dibangun, kalau becak kan kita mundur lagi," tegasnya.

Becak, menurut Agus tidak layak beroperasi di jalan umum, sebab hanya akan menambah kesemrawutan lalu lintas. Dia sarankan kalau memang ingin beroperasi, bisa difungsikan sebagai alat pariwisata.

"Kalau buat jalan umum itu semua kendaraan mau dikemanakan? yang pake SIM aja kondisinya semrawut apalagi yang enggak pake SIM, becak ini lawannya kendaraan bermotor saya enggak tahu pikiran gubernur kayak gimana," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar