Breaking News

POLITIK Ansy Lema Laporkan Kinerja Satu Setengah Tahun Sebagai Anggota DPR RI 01 Apr 2021 09:16

Article image
Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema. (Foto: Ist)
Laporan satu setengah tahun adalah wujud komitmen, sikap transparan dan akuntabilitas sebagai wakil rakyat, penyambung lidah masyarakat NTT di Senayan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si kembali melaporkan kinerjanya kepada masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tepat 1 April 2021, politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema sudah satu setengah tahun menjadi juru bicara masyarakat NTT di Senayan. Laporan tersebut diungggah di akun facebook dan instagram: Yohanis Fransiskus Lema, S.IP. M.Si sebagai wujud komitmennya untuk melaporkan kinerjanya  secara periodik selama enam bulan kepada rakyat.

“1 Oktober 2019, saya dilantik sebagai anggota DPR. Tepat hari ini, Kamis 1 April 2021, saya melaporkan kinerja satu setengah tahun sebagai anggota DPR. Laporan ini adalah wujud komitmen, sikap transparan dan akuntabilitas sebagai wakil rakyat, penyambung lidah masyarakat NTT di Senayan. Sejak dilantik saya berkomitmen untuk melaporkan hasil kerja kepada rakyat NTT setiap enam bulan. Maka laporan ini adalah pertanggungjawaban ketiga saya. Sebelumnya, saya telah melaporkan kinerja enam bulan dan satu tahun selama di DPR,” ujar Ansy Lema di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Secara garis besar, laporan tersebut memuat empat pokok: realisasi bantuan hasil kerja sama dengan mitra Komisi IV DPR RI pada 2020, rencana aspirasi bantuan tahun 2021, kegiatan-kegiatan sebagai anggota Komisi IV DPR RI, anggota MPR, anggota BKASP, dan anggota Tim Pengawas Pembangunan Perbatasan, dan poin-poin penyampaian selama rapat di Senayan.

Ansy mencatat, realisasi bantuan alat mesin pertanian alsintan bersama Kementerian Pertanian (Kementan) selama 2020 sebagai berikut 2 unit excavator untuk pembukaan lahan kering, 12 unit traktor roda empat, 74 unit traktor roda dua, 379 unit pompa air, 50 unit mesin penyemprot hama, 20 unit cultivator, 6 unit mesin pemanen padi, 25 unit mesin perontok padi, 10 unit power tresher mobile, 1 unit rota tanam, 15 unit mesin pemupil jagung, dan 5 unit corn sheller mobile. Juga bersama Kementan Ansy memberikan bantuan Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) kepada 13 kelompok tani sebesar Rp. 2,6 miliar, bantuan Pekarangan Pangan Lestari kepada 14 kelompok tani sebesar Rp. 1.050 miliar, benih padi (1500 hektar), benih jagung (1500 hektar), sapi 60 ekor dan 75 ekor kambing.

“Pada tahun 2021, dalam kerja sama dengan Kementan, saya akan menyalurkan traktor roda empat 8 unit, traktor roda dua 52 unit, pompa air 60 unit, rice transplanter 2 unit, hand sprayer 40 unit, dan cultivator 20 unit, sapi 80 ekor kepada empat kelompok, 200 ekor kambing kepada delapan kelompok, dan 7500 ekor ayam kepada 15 kelompok. Selain itu ada bantuan UPPO bagi18 kelompok tani, bantuan P2L bagi 40 kelompok tani, bantuan peremajaan jambu mete dan sarana pascapanen jambu mete, bimbingan teknis kepada penyuluh di 5 kabupaten, dan bantuan produksi benih unggul padi, jagung, dan bawang putih sebesar Rp. 1 miliar,” papar Ansy.

Dalam kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ansy telah memberikan Bantuan Pengembangan Perhutanan Sosial Nusantara (Bang Pesona) kepada 10 kelompok sebesar Rp.500 juta, bibit produktif sebesar 20.000 pohon, Kebun Bibit Rakyat (KBR) sebesar Rp. 450 juta untuk 9 kelompok tani hutan, kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan dan tanki (5 unit), drop box limbah B3 fasyankes (35 Unit), plastik pengumpul limbah B3 fasyankes 7.000 Lembar, Alat Pelindung Diri (APD) petugas pengelola, limbah B3 fasyankes (200 Paket), bank sampah (2 Unit) dan rencana pengelolaan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), pembangunan insinerator (alat bakar sampah medis) di Manggarai Barat.

“Pada 2021, dalam kerja sama dengan KLHK, saya memberikan bantuan 20 ribu pohon produktif, bantuan KBR kepada 10 kelompok, Bang Pesona kepada 12 kelompok, infrastruktur hijau sebesar Rp. 1 miliar, penataan batas tanah penyelesaian reforma agraria sebesar 117 kilometer, fasilitas usaha ekonomi produktif kepada 65 kelompok, dan bantuan kemitraan konservasi 55 kelompok,” lanjut Ansy.

Ansy juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan bantuan bioflok untuk tiga kelompok yang saat ini sudah sukses melakukan panen perdana ikan lele dan ikan nila. Setiap kelompok mendapat Rp. 188,29 juta, bantuan 600 paket ikan segar dan produk olahan ikan. Pada 2021, ia akan menyalurkan bantuan 10.000 kg bantuan pakan dan obat ikan, bantuan benih ikan lele dan nila sebesar 1.000.000. ekor, bantuan bioflok kepada 4 kelompok, sarana dan prasarana budidaya minapadi, dan bantuan premi asuransi.

Ansy juga menyampaikan secara terang dan jelas penolakan terhadap rencana importasi beras 1 juta ton dan 3 juta ton garam industri, mengawal pelaksanaan food estate dan penuntasan virus Flu Babi Afrika (ASF) di NTT, mengevaluasi carut marut kebijakan subsidi pupuk, mendesak pemerintah serius menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan, mempertanyakan wacana penurunan status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional atau Taman Wisata Alam, dan lain-lain.

Demokrasi yang sehat, demikian Ansy, bukan hanya menyaratkan kompetensi dan integritas para pelaku, tetapi juga rakyat dan konstituensi. Karena konstituensi menyaratkan relasi antara rakyat sebagai pemberi mandat kekuasaan dengan penerima mandat di legislatif atau eksekutif. Maka, laporan pertanggungjawaban ini sebagai bentuk kewajibannya melaporkan kerjanya sebagai anggota DPR penerima mandat kekuasaan kepada rakyat yang memberi.mandat. Rakyat berhak tahu kinerja anggota DPR, setelah dipercayakan sebagai penyampai aspirasi mereka di Senayan.

“Demokrasi mengandung makna “rakyat berkuasa” atau government or rule by the people. Suara rakyat yang memilih sangat berharga dan berdaulat. Selain sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas, laporan ini sebagai bentuk terima kasih dan penghargaan kepada rakyat pemilih. Masyarakat NTT, terutama Dapil NTT II (meliputi Timor, Sabu, Rote, Sumba) yang menjadi daerah pemilih saya wajib mendapatkan laporan terkait kinerja saya di DPR,” kata Ansy.

Aktivis reformasi 98 ini mengaku perjuangan selama satu setengah tahun belumlah cukup. Karena itu, ia selalu bersedia untuk berdiskusi dengan rakyat. Bahkan, dirinya berinisiatif menjemput-menyerap aspirasi, terbuka terhadap kritik, dan mendengar saran konstruktif sebagai juru bicara masyarakat NTT.

"Kita tidak boleh cepat puas, masih ada tiga setengah tahun bagi saya di DPR RI untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat NTT. Saya membutuhkan dukungan, kritik, serta doa dari saudara-saudara sekalian di NTT. Saya berkomitmen untuk menjadi pendengar, pembicara, sekaligus pekerja yang baik," tutupnya.

--- Simon Leya

Komentar