Breaking News
  • BI: penurunan suku bunga mendorong intermediasi perbankan
  • BI: penurunan suku bunga sudah perhitungkan FFR
  • Perusahaan China bidik sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia
  • Petambak Lombok berpenghasilan Rp20 juta per bulan
  • Tiga BUMN kembangkan pelabuhan dukung Tol Laut

MEGAPOLITAN Antisipasi Pendatang Baru, Pengawasan Kolong Jembatan Diperketat 04 Jul 2017 11:42

Article image
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. (Foto: rimanews.com)
Gubernur Djarot memberikan instruksi kepada dinas-dinas terkait agar memperketat pengawasan sekaligus penjagaan di seluruh area kolong tol dan kolong jembatan yang ada di Jakarta.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sebagaimana pendahulunya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, melarang keras para pendatang yang ingin mendirikan gubuk-gubuk liar di seluruh kolong jembatan dan jalan tol ibu kota.

Larangan ini dilakukan untuk mengantisipasi pendatang baru yang akan mencari peruntungan di Jakarta. Para pendatang baru yang tidak memiliki keahlian khusus biasanya memanfaatkan lahan-lahan kosong di kolong tol atau jembatan sebagai rumah tinggal.

"Seluruh pendatang tidak ada yang diperbolehkan mendirikan gubuk-gubuk liar, baik di kolong jembatan maupun di kolong tol," kata Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).

Djarot memberikan instruksi kepada dinas-dinas terkait agar memperketat pengawasan sekaligus penjagaan di seluruh area kolong tol dan kolong jembatan yang ada di Jakarta. 

"Makanya, saya minta supaya kolong tol dan kolong jembatan itu dijaga. Jangan sampai ada yang tinggal bahkan sampai mendirikan gubuk di bawah situ," ujar dia.

Terhadap warga yang tidak memiliki tempat tinggal dan terpaksa tinggal di gerobak, maka petugas akan membawa mereka ke panti sosial.

"Dulu pernah sampai ada orang-orang yang tinggal di gerobak, tinggal di kereta. Kalau sampai terjadi seperti ini, maka orang-orang itu akan kami bawa ke panti-panti sosial," tutur dia.

Sementara itu, dia menghimbau kepada seluruh pendatang agar membekali diri dengan pekerjaan atau keahlian khusus sebelum mutuskan untuk datang ke Jakarta.

"Jakarta ini kota yang terbuka untuk siapa saja. Siapa saja boleh datang. Yang tidak diperbolehkan itu kalau datang, kemudian mendirikan gubuk-gubuk liar," kata Djarot.

--- Simon Leya

Komentar