Breaking News

REGIONAL AP-RB Resmi Pimpin Ngada, Ini Rekomendasi KOMPAK Indonesia 03 Mar 2021 11:02

Article image
Bupati dan Wakil Bupati Ngada, Andreas Paru-Raymundus Bena (AP-RB). (Foto: Ist)
"Mari bersama-sama mengerahkan energi untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Ngada, dengan tetap pada spirit 'Ngada Bebas Korupsi, Ngada Beradab, Jaga Wibawa (waka) Ngada," tutup Gabriel.

NGADA, IndonesiaSatu.co-- Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia kembali menyinggung peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Mantan Bupati Ngada, Marianus Sae, yang hendak bertarung pada hajatan politik Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (Pilgub NTT).

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, kepada media ini, Selasa (2/3/2021) kembali menyoroti maraknya kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Ngada.

Gabriel menyebut, mandeknya proyek Panas Bumi Daratei sebagai salah satu proyek besar nasional yang dibiayai melalui APBN; rusaknya infrastruktur (jalan) menuju destinasi pariwisata di Riung, termasuk mubazirnya hotel Pemkab di Riung; Peternakan Terpadu Pertanian di Ngada menuju Agroindustri dan agrowisata belum kelihatan; Tempat Pelelangan Ikan dan pengembangan sektor kelautan baru dalam rencana belum dimaksimalkan di Laut Sawu, meliputi Kecamatan Aimere, Inerie dan Golewa Selatan serta di Laut Flores meliputi Kecamatan Riung.

Rekomendasi KOMPAK Indonesia

Gabriel mengaku, terpanggil untuk memajukan Ngada pada masa kepemimpinan Andreas Paru dan Raymundus Bena (AP-RB) lima tahun ke depan, KOMPAK Indonesia merekomendasikan beberapa poin krusial dan langkah solutif, sebagai berikut:

Pertama, mendesak Bupati Andreas Paru dan Wakil Bupati Raymundus Bena agar bekerjasama dengan BPK dan BPKP guna mengaudit secara menyeluruh terhadap proyek-proyek yang sedang dikerjakan di Ngada, untuk selanjutnya bekerjasama dengan KPK RI jika ditemukan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi guna diproses hukum.

Kedua, melakukan Reformasi Birokrasi dengan menempatkan pejabat secara meritokrasi dan berintegritas bukan berdasarkan unsur kolusi dan nepotisme.

Ketiga, bekerjasama dengan lembaga-lembaga Agama dan Perusahaan guna membangun Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Ngada.

Keempat, bekerjasama dengan Kemenkes agar membangun Politeknik Kesehatan di Bajawa Utara.

Kelima, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna membangun Politeknik Pariwisata di Riung.

Keenam, bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun Pusat Pelelangan Ikan dan Politeknik Kelautan di Aimere.

Ketujuh, bekerjasama dengan Kementerian dan Lembaga, baik Nasional maupun Internasional untuk mempercepat kemajuan Ngada melalui promosi dan lobi Program "Tante Nela Paris" Ngada.

Kedelapan, bekerjasama dan melibatkan partisipasi aktif orang-orang Ngada Diaspora untuk merealisasikan Program "Tante Nela Paris" agar tidak sekedar konsep di bibir, namun dapat direalisasi melalui bukti konkrit.

"Mari bersama-sama mengerahkan energi untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Ngada, dengan tetap pada spirit 'Ngada Bebas Korupsi, Ngada Beradab, Jaga Wibawa (waka) Ngada," tutup Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar