Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

SEKS & ROMANTIKA Apakah Perlu Tetap Berhubungan dengan Mantan? 24 Aug 2017 11:20

Article image
Mantan seharusnya bisa dijadikan teman yang baik. (Foto: okezone.com)
Hindari sapaan atau panggilan-panggilan kesayangan yang dipakai saat masih pacaran. Sapaan-sapaan seperti itu bisa saja membuat Anda atau dia menjadi baper dan bisa terlibat affair.

BANYAK orang yang ragu untuk menjalin hubungan baik dengan mantan kekasih. Ada banyak alasan, seperti pengalaman pacaran yang kurang membahagiakan, ingin melupakan masa lalu dengan sang mantan, tidak ingin mengganggu hubungan bagi yang sudah memiliki kekasih baru, dan lain-lain. Alasan-alasan tersebut sering membuat seorang bersikap canggung saat tiba-tiba bertemu dengan mantan di suatu tempat, atau tiba-tiba dihubungi lagi oleh mantan. Sikap canggung menjadikan seseorang bingung harus bersikap seperti apa saat berada pada situasi seperti itu.

Lalu, apakah perlu tetap menjalin relasi dengan mantan?

Menjalin hubungan baik perlu dibangun dengan siapa saja, termasuk dengan mantan kekasih. Bagaimanapun, mantan kekasih adalah orang yang pernah kenal dekat dan mempunyai tempat tersendiri dalam hati kita. Dan tentunya, mantan cukup mengenal kita dengan baik begitupun sebaliknya.Karena itu, mantan seharusnya bisa dijadikan teman yang baik.

Lalu, bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan mantan? Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan acuan dalam menjalin hubungan dengan mantan.

1. Sadar, bahwa dia hanyalah mantan kekasih, perlakukan sebagai teman.

Hal pertama yang perlu diingat dan disadari yaitu bahwa dia hanya seorang mantan kekasih. Artinya bahwa, tidak perlu ada relasi yang lebih spesial dari hubungan pertemanan. Mantan mungkin banyak mengenal karakter dan sifat kita. Itu bagus untuk dijadikan alasan mengapa mantan bisa jadi teman curhat yang baik, namun tidak untuk baper dan mengingat-ingat kembali masa lalu.

2. Hindari panggilan atau sapaan yang digunakan saat masih pacaran

Hal kedua yang perlu diperhatikan yaitu hindari sapaan atau panggilan-panggilan kesayangan yang dipakai saat masih pacaran. Sapaan-sapaan seperti itu bisa saja membuat Anda atau dia menjadi baper dan bisa terlibat affair.

Selain itu, untuk yang sudah memiliki kekasih baru, menyapa atau memanggil/dipanggil mantan dengan sapaan kesayangan tertentu bisa saja menimbulkan rasa cemburu yang berujung pada ketidaknyamanan sang pacar baru atas relasi Anda dengan si mantan. Alhasil, bisa saja bertengkar dan mengganggu hubungan Anda dengan kekasih.

3. Memberitahu kekasih Anda tentang relasi dengan mantan

Untuk Anda yang sudah memiliki kekasih, relasi yang dibangun dengan sang mantan harus diberitahukan juga kepada kekasih Anda. Hal ini untuk menghindari kecurigaan dari sang kekasih.

Ada baiknya juga Anda mengenalkan si mantan dengan kekasih Anda. Atau kalau pun si mantan sudah mempunyai kekasih, Anda pun perlu berkenalan dengannya. Hal ini bagus dalam menjaga kepercayaan dan keutuhan hubungan dengan kekasih baru Anda.

4. Hindari obrolan yang sifatnya nostalgia masa pacaran

Saat berelasi kembali dengan mantan, bukan tidak mungkin akan ada obrolan yang sifatnya nostalgia ke masa pacaran. Hal ini harus dihindari. Selain untuk menghindari baper yang berujung pada love affair dan galau, tetapi juga untuk menghindari ingatan akan kenangan-kenangan buruk yang bisa saja membangkitkan rasa benci pada si mantan. Untuk itu, obrolan dengan mantan harus tetap dalam batasannya sebagai teman.

 

--- Altamis Febyesha

Komentar