Breaking News

NASIONAL Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri, KOMPAK Indonesia: Restorative Justice adalah Pendekatan Humanis 24 May 2021 08:18

Article image
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Ist)
"Akan kami garap peraturan kepolisian berkaitan dengan penerapan keadilan restorative justice dalam penanganan tindak pidana,” ujar Argo.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Polri menyatakan ada 1.864 kasus yang diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Restorative Justice atau keadilan restoratif dalam 100 Hari Kerja Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri.

“Sudah dilakukan sebanyak 1.864 di masing-masing Polda,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers 100 hari kinerja Kapolri, di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/4/2021) lalu.

Argo menjelaskan, terkait dengan keadilan restoratif, saat ini pihaknya sedang menggodok Peraturan Kepolisian (Perpol) untuk mengatur mengenai penerapan restorative justice di Korps Bhayangkara.

“Akan kami garap peraturan kepolisian berkaitan dengan penerapan keadilan restorative justice dalam penanganan tindak pidana,” ujar Argo.

Menurut Argo, pendekatan restoratif itu dilakukan terhadap beberapa kasus dan telah dilakukan di seluruh Indonesia.

Misalnya, di Bareskrim ada kasus di Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, ataupun Direktorat Tindak Pidana Siber yang telah diselesaikan menggunakan pendekatan restoratif.

Selain itu, terdapat juga beberapa contoh kasus lain di seluruh Indonesia yang menggunakan pendekatan yang sama. Dalam hal ini, restorative justice membuat aparat dapat mengambil diskresi sehingga pihak pelapor ataupun yang dilaporkan berdamai.

“Misalnya ada kasus nenek mengambil kapas. Yang bisa kami selesaikan restorative justice, itu tidak masalah,” contoh Agar. 

Pendekatan Humanis

Terhadap pendekatan Restorative Justice, Koalisi Masyarakat untuk Pemberatasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel de Sola mengatakan bahwa pendekatan Restorative Justice sebagai model pendekatan humanis dalam penegakan hukum.

"Keadilan restoratif sebagai model penegakan hukum yang humanis yang dapat memulihkan kondisi psikologis, baik korban maupun pelaku. Apresiasi untuk Kapolri yang telah memberi warna baru dalam penegakan hukum," ungkap Gabriel dalam keterangan resmi kepada media ini, Sabtu (22/5/2021).

Meski demikian, Gabriel mengaku model penegakan hukum dengan pendekatan restoratif justice harus dibatasi terutama untuk jenis tindak pidana korupsi, kriminal berat maupun terorisme.

"Sebagai salah satu institusi penegak hukum, kinerja Polri harus didukung agar bias penegakan hukum teta pada ranah menegakkan kebenaran dan keadilan dan tidak terkesan 'menajam ke bawah-menumpul ke atas' untuk kasus korupsi," tandas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar