Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

PENDIDIKAN Apresiasi Bantuan UNICEF, Mendikbud: Pendidikan di Sulteng Difokuskan pada Trauma Healing 18 Oct 2018 22:14

Article image
Mendikbud saat menerima bantuan pendidikan dari UNICEF untuk Sulteng di Kantor Kemendikbud, Jakarta (Foto: Dok. Kemendikbud)
“Pendidikan untuk pemulihan. Sekali lagi, ini adalah tindakan yang sangat penting, karena pendidikan adalah alat utama untuk pemulihan. Dengan membangun kembali rutinitas harian dan membantu mengembalikan rasa normal, sekolah menjadi suatu bentuk ruang t

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Setelah hampir tiga pekan sejak gempa dan tsunami melanda wilayah Sulawesi Tengah Sulteng, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus berupaya membantu pemulihan akses dan layanan pendidikan di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai di beberapa lokasi terdampak bencana di Sulteng dengan menggunakan tenda kelas darurat.

Seperti dilansir dari berita resmi Kemendikbud, Muhadjir menjelaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar tersebut difokuskan untuk kegiatan psikososial atau trauma healing bagi siswa yang terdampak bencana.

“Menghilangkan trauma. Untuk tahap ini belum memungkinkan proses belajar-mengajar secara normal dimulai. Kegiatan itu baru bisa dimulai di ruang kelas atau gedung semi-permanen. Sekarang ini yang penting menghilangkan trauma agar mereka akrab dengan lingkungan sekolah dan teman-temannya. Karena itu, pembangunan tenda dilakukan dekat dengan sekolah," ujar Mendikbud saat menerima bantuan pendidikan dari UNICEF untuk Sulteng di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (16/10/18).

Senada dengan Mendikbud, Country Representative UNICEF Indonesia, Debora Comini mengatakan bahwa pemulihan akses anak-anak ke layanan pendidikan merupakan bagian penting dari pemulihan mereka dan seluruh komunitas mereka setelah keadaan darurat. UNICEF bekerja sama dengan Kemendikbud berdampingan memulihkan kondisi pendidikan di daerah terdampak bencana.

“Pendidikan untuk pemulihan. Sekali lagi, ini adalah tindakan yang sangat penting, karena pendidikan adalah alat utama untuk pemulihan. Dengan membangun kembali rutinitas harian dan membantu mengembalikan rasa normal, sekolah menjadi suatu bentuk ruang terapi di tengah-tengah kehancuran,” tutur Debora.

Kemendikbud dan UNICEF serta para mitra berencana mendirikan 450 tenda yang memenuhi standar mutu UNICEF sebagai ruang kelas sementara di tempat-tempat terdampak gempa dan tsunami di Sulteng. Tenda UNICEF yang masing-masing memiliki dua ruang kelas, baru saja tiba di Kalimantan dan akan langsung dikirimkan ke wilayah terdampak bencana di Sulteng dalam beberapa hari ke depan.

UNICEF mengumumkan kedatangan bantuan pendidikan tahap pertama seberat 30 ton bantuan untuk situasi darurat, termasuk 65 tenda untuk ruang kelas sementara, dari lokasi suplai di Dubai. Selain memberikan 450 unit tenda sekolah darurat, UNICEF juga memberikan bantuan pendidikan berupa 30 paket peralatan sekolah dan permainan, 50 unit perlengkapan pendidikan anak usia dini, dan 363 paket sekolah.

Mendikbud mengapresiasi UNICEF atas bantuan yang diberikan tersebut. Ia menuturkan, tenda dari UNICEF akan difungsikan sebagai kelas atau sekolah darurat sambil menunggu rehab sekolah dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

--- Guche Montero

Komentar