Breaking News

INTERNASIONAL Arkeolog AS dan Israel Klaim Temukan ‘Gereja Para Rasul’ Berusia 1.400 Tahun 06 Aug 2019 16:38

Article image
Penggalian di Beit Habek, samping Danau Galile di bagian utara Israel telah menemukan sebuah geraja era Byzantium (Byzantine-age church), yang dibangun di atas rumah murid Yesus, Petrus dan Andreas. (Foto: Livescience)
Ahli geografi sejarah Steven Notley dari Nyack College di New York mengatakan tim yakin tengah menggali situs Yahudi kuno kampung nelayan bernama Bethsaida yang kemudian pada era penjajahan Romawi disebut kota Julias.

SEBUAH gereja berusia 1.400 tahun ditemukan dekat Danau Galilea, di bagian Utara Israel. Oleh para arkeolog, bangunan tersebut mungkin dibangun di atas rumah dua orang murid Yesus yakni Petrus dan Andreas.

Tim dari Amerika Serikat (AS) dan Israel menemukan bangunan tua tersebut setelah melakukan penggalian lebih dari empat tahun di sebuah lokasi tidak jauh dari pantai Danau Galilea.

Ahli geografi sejarah Steven Notley dari Nyack College di New York mengatakan tim yakin tengah menggali situs Yahudi kuno kampung nelayan bernama Bethsaida yang kemudian pada era penjajahan Romawi disebut kota Julias.

Penemuan ini disebut kontroversial karena para arkeolog sebelumnya telah menemukan sebuah situs alternatif untuk kampung nelayan yang dalam kitab suci bernama Bethsaida  pada akhir 1980-an dekat et-Tell, sekitar lima mil dari situs saat ini, Beit Habek, juga disebut sebagai El Araj.

Tetapi Notley mengatakan timnya sekarang yakin bahwa mereka sudah menemukan situs Bethsaida yang sesungguhnya— dan bahwa gereja era Bizantium ada sebagaimana disebutkan oleh seorang peziarah pada abad ke-8 yang dibangun di atas rumah dua murid Yesus yakni Petrus dan Anderas.

"Kami membuat klaim setelah tiga atau empat tahun penggalian," kata Notley kepada Live Science.

"Kami memiliki lebih banyak bukti yang mendukung klaim bahwa ini adalah Bethsaida."

 

Gereja Para Rasul

Bethsaida disebut beberapa kali dalam Injil: tempat di mana Yesus menyembuhkan orang yang buta dan Yesus memberi makan kepada 5.000 orang dari lima ketul roti dan dua ekor ikan. Di tempat ini juga diceritakan Injil, Yesus berjalan di atas air Danau Galile.

Gambar terkait

Peta Danau Galilea, danau yang berada 211,315 m di bawah permukaan laut, dengan kedalaman sekitar 43 m dan luas 166 km persegi. (Foto: smoodock45.wordpress.com)

 

Rumah di kampung nelayan ini juga disebut tempat tinggal bagi sedikitnya tiga murid Yesus, yakni Rasul Petrus, Andreas, dan Filipus. Setelah peristiwa penyaliban Yesus, Petrus disebut menjadi pemimpin atau Paus pertama bagi orang Kristen perdana.

Dikatakan Notley, dalam tradisi Gereja Para Rasul pada tahun 725 Masehi, seorang uskup Bavaria bernama Willibald mengunjungi dan menulis tentang Bethsaida.

Tim arkeolog sudah mengetahui bahwa gereja yang ditemukan karena terdapat ukiran marmer dan pecahan perhiasan dinding mosaik.

"Kami sudah memiliki bukti untuk itu, dan ini tinggal waktu sampai kami menemukannya," katanya.

Mosaik lantai dan fitur arkeologi lain dari gereja perdana akhirnya terungkap berkat penggalian terakhir pada musim panas ini.

Tim akan mencoba menggali sisa-sisa seluruh gereja sebelum memutuskan apakah akan menggali lebih dalam lagi, siapa tahu di bawahnya ada struktur religius yang lebih awal atau bahkan ada rumah tradisional para rasul.

"Ada yang bertanya-tanya apakah gereja dibangun di atas bekas sinagoga Yahudi — tempat suci yang dilindungi sepanjang masa," kata Notley.

 

Situs yang bertentangan

Arkeolog dari Nyack College dan Kinneret College sudah menggali situs Danau Galile di Beit Habek sejak 2016. Pada 2017, mereka mengumumkan telah menemukan sisa-sisa kota dari era Romawi yang diperkirakan antara abad pertama sebelum Masehi dan abad ketiga Masehi.

Notley mengatakan kota nelayan Yahudi brnama Bethsaida bertumbuh dan menjadi kota Romawi bernama Julias, yang digambarkan oleh ahli sejarah Yahudi Josephus pada awal abad pertama.

Kota Romawi kemudian lenyap selama 200 tahun setelah abad ketiga — mungkin karena dilanda banjir dekat Sungai Yordan, katanya.

Tetapi penggalian memperlihatkan bahwa situs tersebut  dihuni lagi pada periode Bizantium, dari abad keenam dan sesudahnya. Di lokasi tersebut kemudian menjadi tempat tinggal orang-orang Kristen — termasuk Gereja Para Rasul — yang digambarkan oleh Willibald pada abad kedelapan, tambah Notley.

Pemukiman Bizantium sempat dikosongkan ketika Islam berkuasa dan bertahap dikuasai oleh pasukan Salib Kristen pada abad ke-12 dan 13.

Situs arkeologi alternatif yang diperkenalkan  dekat et-Tell berada terlalu jauh dari danau yang dijadikan sebagai kampung nelayan. Sementara itu sejarahwan Yahudi menulis bahwa di atas Bethsaida dibangun menjadi kota Romawi bernama Julias, jelas Notley.

"Saya kira ini situs yang menakjubkan, khususnya karena masih tersisa di Zaman Besi … Saya hanya tidak berpikir bila ini sesuai  dengan apa yang ditemukan," kata Notley.

--- Simon Leya

Komentar