Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

POLITIK Arus Bawah Demokrat Lebih Menginginkan Jokowi-Ma'ruf Amin 10 Sep 2018 16:08

Article image
Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (Foto: ist)
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meyakini kader Partai Demokrat di akar rumput mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, meskipun secara institusional partai tersebut mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meyakini kader Partai Demokrat di akar rumput mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, meskipun secara institusional partai tersebut mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Harus diakui bahwa arus bawah di Demokrat lebih menginginkan pasangan kami, Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Ace di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia mengatakan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sangat senang ketika gubernur asal Demokrat menyatakan dukungan terhadap Jokowi-Maruf dan terbuka apabila kader Demokrat yang lain mendukung pasangan tersebut.

Dukungan tersebut menurut dia menunjukan Jokowi-Ma'ruf lebih baik daripada pasangan yang lain dan bentuk kesadaran bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf lebih baik.

"Dukungan mereka merupakan kesadaran objektif bahwa Jokowi-Ma'ruf elektabilitasnya di masyarakat tinggi terutama di Papua, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan yang menjadi basis suara kami," ujarnya seperti dikutip Antara (10/9/2018).

Sebelumnya Ketua DPD Demokrat Provinsi Papua yang juga Gubernur Papua, Lukas Enembe mendukung Jokowi.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengungkapkan partainya akan memberikan dispensasi pada sejumlah kader di daerah yang mendukung Jokowi pada Pilpres dan tidak akan diberi sanksi.

Dia menjelaskan, sikap itu diambil untuk menyelamatkan calon anggota legislatif (caleg) dari Demokrat sehingga partainya agar tetap terpilih di daerah yang mayoritas penduduknya mendukung Jokowi.

Menurut dia, apabila Demokrat memiliki kebijakan garis lurus mendukung Prabowo maka akan menyulitkan kadernya di bawah yang daerahnya banyak pemilih Jokowi.

Selain itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Demokrat Jawa Barat yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf.

--- Simon Leya

Komentar