Breaking News

INTERNASIONAL AS Akui Dataran Tinggi Golan, PM Israel: Terima Kasih, Presiden Trump! 22 Mar 2019 10:08

Article image
Presiden Trump (kanan) bersama Rabbi Samuel Rabinovitch (tengah) dalam kunjungan ke Tembok Ratapan di Yerusalem, Mei 2017. (Foto: DPA/spiegel.de)
Trump: Setelah 52 tahun, sudah waktunya bagi AS untuk mengakui kedaulatan Israel sepenuhnya atas Dataran Tinggi Golan.

WASHINGTON, IndonesiaSatu.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengatakan, bahwa AS kini mengakui kedaulatan Israel di wilayah Dataran Tinggi Golan.

Seperti dilansir Spiegel Online, Jumat (22/3/2019), pernyataan kontroversial itu dilontarkan Trump melalui akun Twitternya.

Trump menyatakan, Dataran Tinggi Golan merupakan kawasan yang sangat strategis dan penting bagi keamanan Israel maupun stabilitas regional.

“Setelah 52 tahun, sudah waktunya bagi Amerika Serikat untuk mengakui kedaulatan Israel sepenuhnya atas Dataran Tinggi Golan," ungkap Trump melalui akun Twitternya kemarin (Kamis, 21/3/2019) seperti dikutip dari Spiegel Online.

Pernyataan Trump memicu reaksi negatif sejumlah pihak karena sejauh ini Israel dituding menduduki Dataran Tinggi Golan, wilayah Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza secara ilegal dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Pendudukan Israel di kawasan Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem Timur tidak diakui oleh masyarakat internasional dan menimbulkan gerakan perlawanan oleh Palestina hingga saat ini.  

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang tengah menghadapi pemilihan umum Israel dan harus menghadapi persaingan ketat menyambut positif pernyataan Trump.

"Ketika Iran berambisi memanfaatkan Suriah sebagai media untuk menghancurkan Israel, Presiden Trump dengan luar biasa mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Terima kasih, Presiden Trump!" demikian pernyataan Netanyahu di akun Twitter.

Departemen Luar Negeri AS juga telah mengisyaratkan bakal mengakui kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan dengan mengganti kata "diduduki" menjadi "dikuasai" dalam laporan mengenai kawasan Dataran Tinggi Golan pada pekan lalu.

Pada 2017 lalu Trump juga mengumumkan keputusan kontroversial dengan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

 --- Rikard Mosa Dhae