Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL AS Batalkan Latihan Militer dengan Korea Selatan Agustus Mendatang 19 Jun 2018 10:46

Article image
Latihan Militer "Uchi Freedom Guardian 2017". (Foto: Reuters/Yonhap via Spiegel.de)
Sejauh ini AS telah menempatkan sekitar 28.000 tentaranya di wilayah Korea Selatan. Mereka melakukan latihan rutin dengan pasukan Korsel di berbagai lokasi.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Amerika Serikat (AS) membatalkan seluruh latihan militer dengan Korea Selatan yang direncanakan akan digelar pada Agustus mendatang.

Seperti dilansir Spiegel Online, Selasa (19/6/2018), pembatalan tersebut diumumkan oleh otoritas di Pentagon, Senin (18/6/2018) malam waktu setempat.

Pembatalan tersebut juga telah dikonfirmasi oleh pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Juru bicara Pentagon Dana White menjelaskan, usai pembatalan rencana latihan gabungan AS-Korsel dengan sandi “Ulchi Freedom Guardian” tersebut, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan otoritas Korsel.

White menambahkan, belum ada informasi atau keputusan mengenai rencana latihan militer lainnya.

Pembatalan tersebut langsung dikaitkan dengan hasil pertemuan dan kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pekan lalu di Singapura.

Trump menyatakan akan menghentikan latihan militer dengan Korsel jika Jong-un berkomitmen memulai proses denuklirisasi persenjataan Korut.

Spiegel Online menyebutkan, sejauh ini AS telah menempatkan sekitar 28.000 tentaranya di wilayah Korea Selatan. Mereka melakukan latihan rutin dengan pasukan Korsel di berbagai wilayah.

Pada 2017 lalu sedikitnya 17.500 tentara AS dilibatkan dalam latihan gabungan “Uchi Feedom Guardian” bersama Korsel, Australia, Kanada, Kolumbia, Denmark, Selandia Baru, Belanda, dan Inggris.

Sementara itu, Jong-un diberitakan tengah berada di China untuk melakukan pembicaraan dengan otoritas Beijing mengenai hasil kesepakatannya dengan Trump di Singapura.

Kunjungan Jong-un ke China pada pekan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam tahun 2018.

--- Rikard Mosa Dhae