Breaking News

INTERNASIONAL AS dan Taliban Siapkan Perjanjian Damai 27 Jan 2019 09:16

Article image
Kubu Taliban dalam perundingan damai AS-Taliban di Doha, Qatar. (Foto: AFP)
Dalam draf perjanjian itu antara lain disebutkan Taliban menjamin Afghanistan tidak akan dimanfaatkan oleh Al Qaeda dan milisinya untuk menyerang AS dan sekutunya.

KABUL, IndonesiaSatu.co -- Tim khusus Amerika Serikat (AS) dan milisi Taliban kembali melakukan perundingan di Doha, Qatar, Sabtu (26/1/2019), untuk menyiapkan tahap akhir draf perjanjian damai di Afghanistan.

Seperti dilansir Huffingtonpost.de, Minggu (27/1/2019), perjanjian damai tersebut akan menandai berakhirnya perang Afghanistan yang berlangsung sejak 17 tahun lalu.

Perang tersebut dipicu oleh tragedi teror di menara kembar World Trade Center, New York, AS, yang menewaskan ribuan orang.

Pemerintah AS memastikan Al Qaeda dan Taliban berada di balik serangan teror tersebut dan memulai perang di Afghanistan yang menjadi basis kelompok teroris itu.

Salah satu sumber di kubu Taliban yang tidak disebutkan identitasnya menyatakan, dalam draf perjanjian itu disebutkan Taliban menjamin Afghanistan tidak akan dimanfaatkan oleh Al Qaeda dan milisi Islam untuk menyerang AS dan sekutunya.

Selain itu, draf perjanjian tersebut juga mengatur pertukaran tawanan perang dan pembatalan larangan perjalanan sejumlah petinggi Taliban oleh AS.

Perjanjian damai antara AS dan Taliban juga membuka peluang bagi gencatan senjata permanen dan terbentuknya pemerintahan Afghanistan sementara di bawah kepemimpinan Taliban.

Sementara itu,  utusan khusus perdamaian AS, Zalmay Khalilzad, membenarkan proses perjanjian damai damai yang kini memasuki tahap finalisasi itu.

Pekan lalu, Taliban melancarkan serangan mematikan terhadap markas militer Afghanistan dan menewaskan sedikitnya 126 orang, di antaranya sejumlah anggota pasukan komando.

 --- Rikard Mosa Dhae