Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL AS dan Turki Sepakati Kerjasama Terkait Milisi Kurdi di Suriah 26 May 2018 21:25

Article image
Peta wilayah Suriah dan Turki serta wilayah yang dikuasai Milisi Kurdi, Manbij. (Sumber: getty images)
AS dan Turki menyepakati peta jalan untuk mewujudkan kerjasama demi menciptakan keamanan dan stabilitas di Manbij, Suriah.

ANKARA, IndonesiaSatu.co -- Amerika Serikat (AS) dan Turki telah mencapai kesepakatan tentang kerjasama keamanan di Manbij, Suriah bagian utara. Seperti dilansir situs berita faz.net, Sabtu (26/5/2018), kesepakatan tersebut diumumkan usai pertemuan utusan kedua negara di Ankara, Turki, Jumat (25/5/2018).

Kesepakatan tersebut secara khusus bertujuan untuk mewujudkan kerjasama dalam rangka menyelesaikan perbedaaan sikap terkait milisi Kurdi di kota Manbij.

"Kedua negara (AS dan Turki) menyepakati peta jalan untuk mewujudkan kerjasama demi menciptakan keamanan dan stabilitas di Manbij," ungkap pejabat Kedutaan Besar Turki di Ankara beberapa saat setelah pertemuan itu.

Rekomendasi hasil pertemuan tersebut disambut positif oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri Turki  Mevlut Cavusoglu. Sebuah kelompok kerja untuk urusan tersebut akan dibentuk pada awal Juni mendatang.

Kelompok kerja untuk urusan keamanan Manbij merupakan inisiasi Menlu AS Rex Tillerson (sebelum digantikan Pompeo) dan Menlu Turki Cavusoglu dalam pertemuan pada Februari 2018.

Sejumlah diplomat Turki kemudian diutus ke Washington, AS, untuk menindaklanjuti kesepakatan Pompeo dan Cavusoglu.

Kota Manbij  saat ini dikuasai oleh kelompok YPG, milisi Kurdi yang ditengarai memperoleh dukungan AS. Kelompok tersebut terus diperangi Turki karena dipastikan berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris di Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali menegaskan akan menggempur kelompok teroris YPG hingga perlawanan berakhir. Ia memastikan, militer Turki selalu siaga untuk menghentikan pergerakan YPG maupun PKK.

Saat ini AS sendiri ditengarai memiliki sedikitnya 2000 personel militer di Manbij dan pernah berniat menempatkan sekitar 30 ribu personel, termasuk sejumlah besar milisi Kurdi, di perbatasan Suriah dan Turki, pada beberapa bulan lalu.

Presiden Erdogan mengecam keputusan AS dan berkali-kali mengancam akan meningkatkan gempuran di wilayah-wilayah Suriah yang diduduki YPG/PKK jika Washington tidak menghentikan dukungan terhadap organisasi teroris itu.

--- Rikard Mosa Dhae