Breaking News

INTERNASIONAL AS Hentikan Bantuan USAID untuk Warga Palestina di Jalur Gaza 02 Feb 2019 16:17

Article image
Tentara AS dan sejumlah bantuan USAID di Jalur Gaza. (Foto: US Navy)
Perwakilan Presiden Donald Trump di Timur Tengah Jason Greenblatt menyatakan, kebijakan penghentian bantuan USAID itu sesuai permintaan Otoritas Palestina.

YERUSALEM, IndonesiaSatu.co Lembaga pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk Pembangunan Internasional (USAID) menghentikan bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Dikutip dari laman Huffingtonpost.de, Sabtu (2/2/2019), seorang pejabat AS menyatakan langkah USAID tersebut sesuai dengan pengajuan Otoritas Palestina di wilayah yang dikuasai Israel itu.

Penghentian bantuan tersebut juga berkaitan dengan batas waktu program bantuan yang ditetapkan oleh parlemen baru AS, yakni tanggal 31 Januari 2019.

Sejumlah pengamat mengatakan, keputusan menghentikan bantuan senilai 60 juta dolar AS atau sekitar 840 miliar rupiah itu akan menimbulkan dampak negatif bagi warga di dua wilayah yang rentan dengan berbagai masalah dan kekurangan itu.

Penghentian bantuan tersebut juga akan mengakhiri aliran dana USAID bagi pasukan keamanan Palestina dan Israel yang menjaga ketertiban dan keamanan di Jalur gaza dan Tepi Barat.

Perwakilan Presiden Donald Trump di Timur Tengah Jason Greenblatt memberikan klarifikasi bahwa kebijakan penghentian bantuan USAID itu sesuai permintaan Otoritas Palestina.

“Dana bantuan ini dihentikan, bukan hanya hanya ditangguhkan, atas permintaan Otoritas Palestina karena mereka tidak mau mengikuti keputusan pengadilan AS yang akan mengharuskan mereka membayar sejumlah dana jika warga negara AS yang dibunuh oleh teroris Palestina ketika Otoritas Palestina dinyatakan bersalah," ujar Greenblatt seperti dikutip dari Huffingtonpost.de, Sabtu (2//2/2019).

Sementara itu, Otoritas Palestina menolak berkomentar terkait penghentian bantuan USAID dan membantah AS maupun Israel yang menuding mereka ikut mendorong terjadinya serangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

--- Rikard Mosa Dhae