Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL AS Mulai Gempur Suriah, Rusia Siap Balas Serangan 14 Apr 2018 11:12

Article image
Kota Damaskus, Suriah, saat terjadi serangan pertama AS, Jumat malam, 13 April 2018. (Foto: AP/spiegel.de)
Para pengamat mengkhawatirkan, jika Rusia membalas gempuran AS, kedua negara dengan kekuatan senjata mumpuni, termasuk senjata nuklir, itu bakal terlibat dalam perang terbuka.

DAMASKUS, IndonesiaSatu.co Pasukan Amerika Serikat (AS) dipastikan telah memulai gempuran ke fasilitas kimia dan basis militer Suriah di Damaskus, Jumat (13/4/2018) malam waktu setempat. Dikutip dari Spiegel Online, Sabtu (14/4/2018), sedikitnya tiga pusat penelitian dan basis militer di kota Damaskus dan Homs terkena hantaman sejumlah rudal Tomahawk yang ditembakkan dari kapal perang AS di Laut Mediterania.

Serangan tersebut dimulai hanya beberapa saat setelah Presiden AS Donald Trump berpidato di Washington DC pada Jumat malam (13/4/2018) yang menegaskan rencana AS, Inggris, dan Prancis menggempur Suriah. Beberapa media menyebutkan, sedikitnya enam ledakan terjadi di Damaskus setelah pidato Trump.

Trump menyatakan, gempuran ke Suriah bertujuan untuk menghentikan serangan senjata kimia. Rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini telah menggunakan serangan senjata kimia di beberapa wilayah Suriah pada awal bulan ini.

Para saksi mata menyatakan, terdapat belasan tembakan misil dari perairan Mediterania ke arah wilayah Suriah. Sementara itu, televisi Suriah memberitakan, militer Suriah berhasil menghancurkan sejumlah misil AS sebelum mencapai sasaran.

Sumber Spiegel Online menyebutkan, serangan AS ke Suriah mulai memicu reaksi keras Rusia yang diketahui berada di kubu Suriah. Kedutaan Besar Rusia di Washington memperingatkan AS akan konsekuensi-konsekuensi serius yang segera timbul terkait serangan ke Suriah.

Reaksi keras Rusia dikaitkan dengan pernyataan otoritas Moskow yang akan melancarkan aksi balasan  terhadap setiap serangan AS dan aliansinya ke Suriah.

Para pengamat mengkhawatirkan, jika Rusia benar-benar melakukan serangan balasan terhadap AS, kedua negara dengan kekuatan senjata mumpuni, termasuk senjata nuklir, itu bakal terlibat dalam perang terbuka.

--- Rikard Mosa Dhae